esensi tujuan hidup:
- Setiap individu menghendaki “kebahagiaan”
- Setiap individu ingin terbebas dari “penderitaan”
“Kesejahteraan” adalah, ‘aspek utama’ yang dipahami dalam gapai ‘Kebahagiaan’
Komponen Kesejahteraan :
- Perolehan Materi.
- Kwalitas waktu, dalam peroleh Materi
- Kesehatan yang baik, menikmati buah proses.
Pemahaman akan Kwalitas Waktu.
Salah satu yang tidak tergantikan adalah :waktu, usia dan kesehatan.
Karenanya, Waktu adalah hal paling bernilai yang kita punya, dalam bangun kesejahteraan.
- Waktu yang kita isi menjadi (tumbuh) produktif – kreatif -efektif
- Disini dan saat ini.
Produktif Kreatif Efektif.
Adalah kondisi baik, yang bisa dimiliki individu manapun. Kondisi yang siap gapai kesempatan dan momentum baik.
Hanya dengan : “Niat Benar, Minat Benar, dan Perhatian Benar” Seseorang akan tumbuh dengan kondisi Produktif Kreatif Efektif.
Niat benar, Minat benar & Perhatian benar, berawal dari :
- pengalaman, wawasan, pemahaman. (insight)
Pengalaman-Wawasan-Pemahaman, juga slalu berawal, yakni “Tindakan/Action”, atau, gerbang (pengalaman, wawasan, pemahaman) selalu diawali dari satu tindakan kecil.
Dari Tindakan/action, berbuah Pengalaman baru, Pemahaman baru, Wawasan baru. demikianlah, sebuah siklus bertumbuhnya seorang individu, “dimulai”
PEMAHAMAN/MINDSET yang menyertai TINDAKAN. Mindset, bersifat dinamis dan terus bertumbuh.
Seorang individu, selalu membawa ‘Mindset organic’ terakumulasi, melekat pada diri (sejak awal awal kehidupan), yang sering disebut sebagai ‘kecenderungan berpikir,berprilaku dan berkeyakinan atas..’ sehinga terbentuk menjadi :
- Sikap Mental
- Karakter
AWARENESS
Selain dari Sikap Mental dan Karakter.
Pada individu individu ungul, juga memiliki bakat penyeimbang, yang disebut “Awareness” :
- memberi harapan.
- awareness memperingati
- awareness mengingatkan
- awareness mewaspadai.
- awareness melindungi
- awareness berkesadaran (eling) tidak lengah.
- awareness adalah keseimbangan
- awareness adalah naluri-kepekaan.
“Seorang Jendral, Sangat mungkin perluas otonomi wilayah, namun hanya Jendral yang memiliki Awareness yang unggul dalam menjalankan dan mempertahankan. Hanya Awareness-lah padanan dari Kebijaksanaan kepemimpinan”.
3 + 1 Gerbang Utama:
- Pikiran
- Tindakan (Action) > pengalaman
- Ucapan – Komunikasi > pemahaman.
- (Perasaan)
Hanya melalui (3) gerbang inilah, hampir seluruh bagian kehidupan kita ditentukan.
Hanya melalui gerbang2 ini pulalah, seseorang mampun mengembangkan potensi dirinya. Melalui..
8 Kondisi Benar :
- Pemahaman Benar.
- Pikiran / Pandangan Benar.
- Ucapan Benar.
- Perilaku /Tindakan Benar
- Mata Pencaharian Benar.
- Daya Upaya Benar.
- Minat/Perhatian Benar.
- Konsentrasi/Fokus Benar
1.Pemahaman Benar.
Memahami sifat hakiki kehidupan :
- Ketidak Puasan, sifat alamiah yang sebabkan perubahan terus menerus, menuntut diri kita agar terus tumbuh, beriring dengan perubahan. Tidak ada hal berkondisi apapun yang tidak berubah. (Nafsu indriawi adalah Akar) Akar dari semua keinginan untuk berubah dan memperoleh kenyamanan.
- KeCemasan-KeTakutan Manusia selalu melempar jauh orientasi waktunya jauh di kedepan. lalu menyerap naluri naluri kecemasan akan banyak hal. seperti alam, perang, cinta, takut tua, takut sakit dan hal hal lain. keinginan mengantisipasi keadaan, melahirkan inspirasi inspirasi, hasrat juga keinginan..
2.Pikiran – Niat Benar :
- Pikiran -Niat Benar (1), ingin terbebas dari penderitaan, dan menjadi individu yang lebih baik.
- Pikiran – Niat benar (2) agar orang lain juga terbebas dari penderitaan. inilah titik awal, seseorang mendapatkan bahan bakar terbaik, untuk tumbuh secara emotional dan pengetahuan. “jiwa leadership” selalu berawal dari hal ini. “niat benar”
- Pikiran -Niat benar, mengenai kemakmuran dan kesejahteraan.
3.Ucapan Benar.
- Berangkat dari Pikiran – Niat benar, setiap ucapan benar, hendaknya dilatih dan selalu dikembangkan . tidak menyimpang, merugikan, memutar balikan kebenaran dan demi kesejahteraan bersama. demikian seseorang dapat mengembangkan citra serta kredibilitas.
4.Perilaku – Tindakan – Perbuatan Benar.
Seseorang hendaknya, selalu menjaga prinsip prinsip Prilaku dan Perbuatan yang dapat dipertanggung jawabkan. seperti hindari perbuatan : Amoral, Pencurian, Kekejaman, Dan hal hal lain yang sebabkan hilangnya kredibilitas dan kepercayaan. Seseorang hendaknya selalu terkendali, seimbang dan sepenuhnya bertindak dalam kesadaran penuh.
5.Bermata Pencaharian Benar (prinsip).
- Jujur : tidak terlibat penipuan, korupsi, dan hal hal tercela lainnya yang sebabkan hilangnya kepercayaan dan kesempatan tumbuh di masa akan datang.
- Bermanfaat : memberi solusi, membawa kebaikan, memberi manfaat.
- Tidak Merugikan : Tidak mengeksploitasi hal hal yang menyebabkan kerugian orang lain.
Seseorang hendaknya, bangun kesejahteraan dengan prinsip prinsip benar. Dengan demikian, seseorang secara bertanggung jawab telah Melindungi diri dan keluarga dari hal hal tercela dan di cela.
6.Daya Upaya Benar (Daya Juang)
Seseorang hendaknya, dari dasar keyakinannya, slalu berdaya upaya dan memiliki daya juang, dalam gapai cita cita, menjadi individu yang lebih baik.
Individu ini, memandang proses menjadi bagian yang memang harus dilalui. Kesempatan jalan beriringan bersama apa yang dinamakan proses.
Individu demikian, slalu memberi perubahan dan harapan.
7.Perhatian yang teguh/Minat Benar.
Konsisten dan tidak mudah goyah dalam proses apapun yang sedang dijalani, menjadikan seorang individu menjadi ungul dalam praktik dan usaha apapun.
Individu demikian, memiliki keTeguhan, tidak rapuh oleh pengaruh pengaruh, baik luar ataupun dalam dirinya.
Banyak daya upaya, yang sejatinya telah diawali dengan sangat hebat, justru berhenti diperjuangkan dikarenakan Perhatian yang teralihkan.
Keteguhan yang goyah, sebabkan individu individu ini, yang seharusnya sudah dalam track benar, malah mengalihkan perhatiannya pada hal hal yang baru.
Menjadi sadar sepenuhnya, kita disini dan saat ini tengah proses perjuangan yang sudah benar, alih alih terpecah pada fenomena pikiran akan kecemasan masa depan, atau malah hanyut dalam lamunan masa lalu.
8.Fokus – Konsentrasi Benar, dalam meraih cita cita besar.
Seseorang hendaknya selalu tau,menaruh keyakinan pada visi misi ingin dituju. dan alasan dalam menuju hal hal baik tersebut.
Setelahnya, setiap individu hendaknya memberi fokus yang benar, dalam daya upayanya, dengan meraih apapun yang telah menjadi visi misinya.
Tidak jarang dengan pengorbanan waktu, seseorang siap harus korbankan kenyamanan diri, untuk tempuh pelatihan pelatihan pengembangan diri, demi kemampuan baru, dalam raih visi dan misi-nya.
Ini saya sebut sebagai Pengorbanan Benar.