Sla Baterai- Vrla Baterai
*Faktor Umum Kerusakan pada baterai teknologi Sla/Vrla
A. Faktor Penyebab Kerusakan Baterai SLA / VRLA
(Sepeda listrik & kendaraan listrik ringan)
1️⃣ Faktor Umum (paling sering terjadi)
🔋 1. Deep over-discharge (terlalu habis)
Baterai dibiarkan sampai tegangan sangat rendah
Sering terjadi saat:
*Dipakai sampai benar-benar mati
*Kendaraan ditinggal lama tanpa di-charge
📉 Dampak:
- -Sulfasi permanen
- Kapasitas turun drastis
- Tidak bisa full charge lagi hinga kerusakan spontan
- Terjadi imbalance pada beberapa baterai
⚡ 2. Over-charge (kelebihan pengisian)
*Charger tidak sesuai spesifikasi
*Tidak ada auto-cutoff
*Charging terlalu lama & panas
📉 Dampak:
- Elektrolit menguap
- Plat timbal rusak
- Baterai menggembung
🌡️ 3. Anomali cuaca-Suhu kerja tidak ideal
- Panas berlebih (>35°C)
- Charging di tempat tertutup
- Terpapar matahari langsung
- Tidak ada jeda antara pemakaian dan Charging (sebaliknya)
📉 Dampak:
-Umur baterai bisa turun hingga 40% 50%
🛑 4. Beban berlebih.
- Penumpang melebihi kapasitas
- Speed (3) laju, digunakan pada speed default dan pada beban (Tanjakan).
- Tanjakan panjang
📉 Dampak:
-Imbalance batere diikuti Deep Over Discharge
-Usia baterai turun hinga 50%
🕰️ 5. Self-discharge & penyimpanan
Tidak dipakai >1 bulan
Tidak dilakukan top-up charge
📉 Dampak:
Sulfasi diam-diam
Baterai “mati pelan-pelan”
2️⃣ Faktor Khusus (sering tidak disadari)
🔌 6. Charger tidak matching
Tegangan tidak tepat (undervoltage / overvoltage)
Arus terlalu besar
📉 Dampak:
Anomali Baterai “terlihat penuh” tapi cepat habis
Sel tidak seimbang
🔗 7. Ketidakseimbangan antar baterai (series imbalance)
Pada sistem 60V (5×12V):
1 baterai lemah → seluruh sistem ikut lemah
📉 Dampak:
Baterai tertentu rusak lebih cepat
Tegangan total terlihat normal, tapi jarak pendek
🧯 8. Getaran & benturan
Dudukan baterai tidak rigid
Jalan rusak
📉 Dampak:
Sambungan internal retak
Umur berkurang tanpa gejala awal
*catatan tambahan.
baterai SLA20. didesign untuk pengunaan harian, jarak pendek. dibawah 20km.
Jika menyenangi kendaraan berbasis listrik, namun perkiraan penggunaan, di Atas 25 km, disarankan lebih memilih jenis kendaraan berBaterai khusus, seperti Lithium atau Lipolimer.
*kelemahan baterai SLA-VRLA:
- Bobot yang jauh lebih berat dibandingkan baterai sejenis Lithium- Liphosphate
- Daya kuras ideal, hanya 75% ,jauh lebih rendah dibanding baterai Lithium (sejenis), yang dapat mencapai, titik kuras hinga 30%.
- Tidak dapat mengaplikasikan software terbaru seperti, tracking use record yang mengulas data/record ;pengisian, pengurasan. *tidak dapat menyajikan data aktual penggunaan, atau sebab lain; kerusakan, disfungsi.
- circle use 150 – 200. jauh lebih rendah dibanding circle use jenis baterai Lithium (sejenis), yang dapat mencapai 300-400. *catatan* circle use hanyalah data teknikal pabrik. dan tidak menjadi ukuran hasil baku yang sama, pada semua jenis pengunaan.
ANALOGI.
“Baterai SLA tidak memiliki sistem event logging.
Penurunan kapasitas terjadi secara kimiawi dan bertahap/hinga titik jenuh, sehingga tidak meninggalkan ‘jejak waktu kejadian/sebab akibat’ yang bisa dibaca ulang.”
“Faktor kerusakan baterai bisa dijelaskan sebelum terjadi,
namun setelah baterai rusak, penyebab spesifiknya tidak dapat bisa ditentukan secara pasti, karena teknologi baterai SLA tidak menyimpan riwayat kejadian penggunaan.”
“Baterai SLA, Sangat mungkin diaplikasikan pada alat lain, selain kendaraan listrik.
Seperti UPS sebagai starting system, atau Solar Panel, sebagai banking dan distribusi sistem.
Jika baterai SLA, diaplikasikan dalam peran “distribusi , transfer , backup” , pada alat tersebut, sangat mungkin deep circle, lebih mudah tercapai (efisien), jika dibandingkan dengan pengunaan kendaraan listrik, dimana baterai menjadi, “faktor daya pengerak utama”


