(r)(perusahaan + artikel + batere) CIRCLE LIFE SLA/VRLA BATTERY

(r)(perusahaan + artikel + batere) CIRCLE LIFE SLA/VRLA BATTERY

 

🔋 Memahami “Cycle Life” Baterai SLA/VRLA

Mengapa Angka di Tabel Pabrik Berbeda dengan Pemakaian di Sepeda Listrik?

Pendahuluan:

Dalam spesifikasi baterai SLA/VRLA, sering kita temui istilah cycle life, misalnya 150 – 200 cycle  atau lebih.
Angka ini kerap menimbulkan persepsi bahwa baterai akan bertahan sama dalam semua aplikasi.

Namun, dalam praktiknya—terutama pada sepeda listrik dan kendaraan listrik ringan—angka tersebut tidak selalu tercapai secara nyata.
Mengapa demikian?

Jawabannya terletak pada konteks peran baterai itu sendiri.


1️⃣ Apa itu Cycle Life?

Cycle life adalah jumlah siklus pengisian–pengosongan baterai yang dapat dilalui hingga kapasitasnya turun ke batas tertentu (umumnya 70–80% dari kapasitas awal).

⚠️ Penting dipahami:

Cycle life bukan angka absolut atas semua aplikasi, melainkan hasil uji dalam kondisi tertentu, Dan pada equipment uji tertentu.


2️⃣ Kondisi Pengujian Cycle Life di Pabrik

Angka cycle life yang tercantum dalam tabel pabrikan biasanya diperoleh dari:

  • Beban stabil dan terkontrol

  • Kedalaman pengosongan (D-D) tertentu

  • Suhu ideal

  • Arus relatif konstan

  • Tanpa lonjakan beban mendadak

Kondisi ini sangat dekat dengan aplikasi seperti:

  • UPS

  • Sistem panel surya

  • Backup power

  • Sistem stasioner lainnya

Di sinilah baterai SLA/VRLA bekerja pada peran optimalnya.


3️⃣ Perbedaan Mendasar: Sepeda Listrik vs Equipment Stasioner

🔄 Pada UPS / Panel Surya

  • Beban relatif konstan

  • Tidak ada akselerasi

  • Tidak ada lonjakan arus mendadak

  • Baterai jarang dikosongkan penuh

  • Siklus berjalan pelan dan terprediksi

➡️ Cycle life mendekati angka tabel pabrik


🚲 Pada Sepeda Listrik / Kendaraan Listrik

Baterai memiliki peran langsung sebagai daya utama bagi penggerak utama:

  • Arus tinggi saat start

  • Lonjakan daya saat tanjakan

  • Beban berubah-ubah

  • Getaran mekanis

  • Pengosongan lebih dalam

  • Gaya berkendara dan beban

➡️ Siklus menjadi lebih berat secara kimiawi

📌 Inilah perbedaan kunci konteks peran baterai.


4️⃣ Cycle Life ≠ Jumlah Pengecasan.

Dalam kendaraan listrik:

  • Satu “cycle” jarang terjadi secara ideal

  • Siklus sering tidak penuh (parsial, tidak beraturan)

  • Efek kelelahan kimiawi bersifat kumulatif

Akibatnya:

Baterai tetap bekerja, tetapi kejenuhan kimiawi terjadi lebih cepat dibanding aplikasi stasioner.

Ini merupakan konsekuensi dari peran kerja yang lebih berat.


5️⃣ Mengapa Cycle Life di Sepeda Listrik Tidak Sama dengan Tabel Pabrik?

Karena:

  1. Tabel pabrik dibuat berdasarkan kondisi laboratorium

  2. Sepeda listrik beroperasi di variabel kondisi yang sangat dinamisl: Beba, Jalan, Suhu, Kebiasaan pengguna

➡️ Maka, cycle life menjadi estimasi teoritis, bukan janji praktis.


6️⃣ Cara Memahami Cycle Life Secara Proporsional

Pendekatan yang lebih tepat adalah:

  • Melihat cycle life sebagai indikator kualitas desain

  • Bukan sebagai kepastian jumlah pemakaian

Atau dengan kata lain:

Cycle life menunjukkan potensi, bukan kepastian hasil.


7️⃣ Pemahaman Benar Dua Entitas :

  • Sepeda listrik dan baterai bekerja dalam satu sistem

  • Sepeda listrik merupakan rangkaian sistem utama ; rangka, roda, shock dll

  • Baterai adalah komponen energi berbasis reaksi kimia

  • Umur kerjanya sangat dipengaruhi konteks peran dan pola penggunaan


✨ Ringkasan Satu Kalimat (Highlight Blog)

Cycle life pada baterai SLA/VRLA adalah hasil uji dalam kondisi ideal; pada sepeda listrik, baterai bekerja dalam peran yang jauh lebih berat, sehingga angka tersebut tidak dapat disamakan secara tabel baku.

(r)(perusahaan + artikel + baterai + kerusakan) SLA-VRLA

(r)(perusahaan + artikel + baterai + kerusakan) SLA-VRLA

SLA-VRLA Baterai 

*Faktor Umum Kerusakan pada baterai Sla/Vrla.



A. Faktor Penyebab Kerusakan Baterai SLA / VRLA
(Sepeda listrik & kendaraan listrik ringan)

1️⃣ Faktor Umum (paling sering terjadi)
🔋 1. Deep over-discharge (terlalu habis)
*Baterai di-operasikan hinga teganggan sangat rendah/ padam

Karakteristik dampak:

  • Kerusakan spontan
  • Kapasitas turun drastis
  • Baterai tidak dapat dicharge /diisi
  • Terjadi imbalance pada beberapa baterai

🛑 2. Beban berlebih/ Over Load.  

*Penumpang melebihi kapasitas dari yang ditentukan.

*Speed (3) laju, digunakan menjadi speed default hal ini akan diperburuk apabila kendaraan diberi beban berat ditanjakan dan di speed laju (3)

*Tanjakan panjang.

*kecepatan yang terus dipaksakan tanpa, transmisi kecepatan

Karakteristik Dampak:

  • Imbalance batere juga sering diikuti Deep Over Discharge.
  • Usia baterai turun hinga 50%
  • Kerusakan yang diawali hanya sebagian pada “baterai rangkain series”.
 

⚡ 3. Over-charge  (kelebihan pengisian)
*Charger tidak sesuai spesifikasi

*Charging terlalu lama & panas

⚡4. Wrong condition in charging:

*Charge di kondisi baterai masih panas, sesaat setelah dipakai. jeda ideal adalah (20 menit)

*Dipakai, sesaat baterai selesai dicharge. tanpa diberi jeda ideal (20 menit)

Karakteristik dampak:

  • Elektrolit menguap
  • Plat timbal rusak
  • Baterai menggembung

🌡️ 5. Anomali Cuaca dan Suhu kerja tidak ideal

  • Panas berlebih (>35°C)
  • Charging di tempat tertutup
  • Terpapar matahari langsung
  • Tidak ada jeda antara pemakaian dan Charging (sebaliknya)

Karakteristik dampak:

-Umur (circle life) baterai bisa turun hingga 40% 50%

 

🕰️ 6. Self-discharge & penyimpanan
Tidak dipakai >1 bulan
Tidak dilakukan top-up charge
Karakteristik Dampak:

-Sulfasi permanen/kebocoran arus (diam-diam)

-Daya batere drop secara signifikan.


ISTILAH LAIN PADA BATERAI SLA/VRLA, YANG PERLU DIKETAHUI.

  • “Kerusakan Spontan” Dalam beberapa faktor, diketahui baterai SLA/VRLA, sangat mungkin mengalami kondisi penurunan daya signifikan/dan spontan.  Meski usia pakai tergolong masih rendah.
  • “Anomali Baterai” terlihat penuh tapi cepat habis
    Sel tidak seimbang, sering ditemui pada baterai yang telah mengalami “imbalance”
  • “Imbalance baterai” Ketidak seimbangan antar baterai (series imbalance)
    Pada sistem 60V (5×12V) 1 baterai lemah → seluruh sistem ikut lemah

*catatan tambahan. baca juga >>

baterai SLA20. didesign untuk pengunaan harian, jarak pendek. dibawah 20km.

      Jika menyenangi kendaraan berbasis listrik, namun  perkiraan penggunaan, di Atas 25 km, disarankan lebih memilih jenis kendaraan berBaterai khusus, seperti Lithium atau Lipolimer.

*kelemahan baterai SLA-VRLA: 

  • Bobot yang jauh lebih berat dibandingkan baterai sejenis Lithium- Liphosphate
  • Daya kuras ideal, hanya 75% ,jauh lebih rendah dibanding baterai Lithium (sejenis), yang dapat mencapai, titik kuras hinga 30%.
  • Tidak dapat mengaplikasikan software terbaru seperti,  tracking use record yang mengulas data/record ;pengisian, pengurasan. *tidak dapat menyajikan data aktual penggunaan, atau sebab lain; kerusakan, disfungsi. 
  • circle use  150 – 200. jauh lebih rendah dibanding circle use jenis baterai Lithium (sejenis), yang dapat mencapai 300-400.  *catatan* circle use hanyalah data teknikal pabrik. dan tidak menjadi ukuran hasil baku yang sama, pada semua jenis pengunaan.
  • baca juga>>..

ANALOGI. 

“Baterai SLA tidak memiliki sistem event logging dan BMS teknologi.
Penurunan kapasitas terjadi secara kimiawi dan bertahap/hinga titik jenuh, sehingga tidak meninggalkan ‘jejak waktu kejadian/sebab akibat’ yang bisa dibaca ulang.”

“Faktor kerusakan baterai bisa dijelaskan sebelum terjadi,
namun setelah baterai rusak atau disfungsi daya, penyebab spesifiknya tidak dapat bisa ditentukan secara pasti, karena teknologi baterai SLA tidak menyimpan riwayat kejadian penggunaan seperti kendaraan listrik public (formal) lainnya.

“Baterai SLA, Sangat mungkin diaplikasikan pada alat lain, selain kendaraan listrik.

    Seperti UPS sebagai starting system, atau Solar Panel, sebagai banking dan distribusi sistem. 

    Jika baterai SLA, diaplikasikan dalam peran “distribusi , transfer , backup” , pada alat tersebut, sangat mungkin deep circle, lebih mudah tercapai (efisiensi), jika dibandingkan dengan pengunaan kendaraan listrik, dimana baterai menjadi, “faktor daya pengerak utama” ,dimana perubahan beban, daya, dapat terjadi terus menerus.

BACA JUGA>>..

 BACA JUGA>>..

 

(r) (perusahaan + artikel + batere ) Sla Baterai- Vrla Baterai

(r) (perusahaan + artikel + batere ) Sla Baterai- Vrla Baterai

Sla Baterai- Vrla Baterai 

*Faktor Umum Kerusakan pada baterai teknologi Sla/Vrla

A. Faktor Penyebab Kerusakan Baterai SLA / VRLA
(Sepeda listrik & kendaraan listrik ringan)

1️⃣ Faktor Umum (paling sering terjadi)
🔋 1. Deep over-discharge (terlalu habis)
Baterai dibiarkan sampai tegangan sangat rendah
Sering terjadi saat:

*Dipakai sampai benar-benar mati
*Kendaraan ditinggal lama tanpa di-charge
📉 Dampak:

  • -Sulfasi permanen
  • Kapasitas turun drastis
  • Tidak bisa full charge lagi hinga kerusakan spontan
  • Terjadi imbalance pada beberapa baterai

⚡ 2. Over-charge (kelebihan pengisian)
*Charger tidak sesuai spesifikasi
*Tidak ada auto-cutoff
*Charging terlalu lama & panas
📉 Dampak:

  • Elektrolit menguap
  • Plat timbal rusak
  • Baterai menggembung

🌡️ 3. Anomali cuaca-Suhu kerja tidak ideal

  • Panas berlebih (>35°C)
  • Charging di tempat tertutup
  • Terpapar matahari langsung
  • Tidak ada jeda antara pemakaian dan Charging (sebaliknya)

📉 Dampak:

-Umur baterai bisa turun hingga 40% 50%

🛑 4. Beban berlebih.   

  • Penumpang melebihi kapasitas
  • Speed (3) laju, digunakan pada speed default dan pada beban (Tanjakan).
  • Tanjakan panjang

📉 Dampak:

-Imbalance batere diikuti Deep Over Discharge
-Usia baterai turun hinga 50%

 

🕰️ 5. Self-discharge & penyimpanan
Tidak dipakai >1 bulan
Tidak dilakukan top-up charge
📉 Dampak:

Sulfasi diam-diam
Baterai “mati pelan-pelan”


2️⃣ Faktor Khusus (sering tidak disadari)
🔌 6. Charger tidak matching
Tegangan tidak tepat (undervoltage / overvoltage)
Arus terlalu besar
📉 Dampak:

Anomali Baterai “terlihat penuh” tapi cepat habis
Sel tidak seimbang

🔗 7. Ketidakseimbangan antar baterai (series imbalance)
Pada sistem 60V (5×12V):

1 baterai lemah → seluruh sistem ikut lemah
📉 Dampak:

Baterai tertentu rusak lebih cepat
Tegangan total terlihat normal, tapi jarak pendek

🧯 8. Getaran & benturan
Dudukan baterai tidak rigid
Jalan rusak
📉 Dampak:

Sambungan internal retak
Umur berkurang tanpa gejala awal

*catatan tambahan. 

baterai SLA20. didesign untuk pengunaan harian, jarak pendek. dibawah 20km.

      Jika menyenangi kendaraan berbasis listrik, namun  perkiraan penggunaan, di Atas 25 km, disarankan lebih memilih jenis kendaraan berBaterai khusus, seperti Lithium atau Lipolimer.

*kelemahan baterai SLA-VRLA: 

  • Bobot yang jauh lebih berat dibandingkan baterai sejenis Lithium- Liphosphate
  • Daya kuras ideal, hanya 75% ,jauh lebih rendah dibanding baterai Lithium (sejenis), yang dapat mencapai, titik kuras hinga 30%.
  • Tidak dapat mengaplikasikan software terbaru seperti,  tracking use record yang mengulas data/record ;pengisian, pengurasan. *tidak dapat menyajikan data aktual penggunaan, atau sebab lain; kerusakan, disfungsi. 
  • circle use  150 – 200. jauh lebih rendah dibanding circle use jenis baterai Lithium (sejenis), yang dapat mencapai 300-400.  *catatan* circle use hanyalah data teknikal pabrik. dan tidak menjadi ukuran hasil baku yang sama, pada semua jenis pengunaan.
  •  

ANALOGI. 

“Baterai SLA tidak memiliki sistem event logging.
Penurunan kapasitas terjadi secara kimiawi dan bertahap/hinga titik jenuh, sehingga tidak meninggalkan ‘jejak waktu kejadian/sebab akibat’ yang bisa dibaca ulang.”

“Faktor kerusakan baterai bisa dijelaskan sebelum terjadi,
namun setelah baterai rusak, penyebab spesifiknya tidak dapat bisa ditentukan secara pasti, karena teknologi baterai SLA tidak menyimpan riwayat kejadian penggunaan.”

“Baterai SLA, Sangat mungkin diaplikasikan pada alat lain, selain kendaraan listrik.

    Seperti UPS sebagai starting system, atau Solar Panel, sebagai banking dan distribusi sistem. 

    Jika baterai SLA, diaplikasikan dalam peran “distribusi , transfer , backup” , pada alat tersebut, sangat mungkin deep circle, lebih mudah tercapai (efisien), jika dibandingkan dengan pengunaan kendaraan listrik, dimana baterai menjadi, “faktor daya pengerak utama” 

(t)(perusahaan + artikel+ batere)  JARAK TEMPUH SEPEDA LISTRIK

(t)(perusahaan + artikel+ batere) JARAK TEMPUH SEPEDA LISTRIK

Pahami Kebutuhan Jarak tempuh kendaraan listrik kita.

Hello, sahabat orcahobi. kesempatan ini, kami ingin membagi tips memilih kendaraan listrik, sesuai kebutuhan, jarak tempuh yang dibutuhkan dalam pemakaian.

**Mengukur Jarak Tempuh Sepeda Listrik: Analisis Baterai 48V dan 60V untuk Motor 600W**


     Memilih sepeda listrik tak hanya tentang desain dan kecepatan, tetapi juga daya jangkau atau jarak tempuhnya.

    Baterai adalah “jantung” yang tentukan seberapa jauh Anda bisa berkendara. Artikel ini akan menganalisis perkiraan jarak tempuh untuk tiga konfigurasi daya baterai : **48V 12Ah, 48V 20Ah, dan 60V 20Ah**, dengan asumsi penggunaan motor BLDC standar berdaya **600 Watt**.

     Ada dua rumus kunci yang perlu dipahami:

1. **Energi Baterai (Watt-hour/Wh):** Ini adalah “bensin” untuk sepeda listrik Anda. Semakin besar Wh, semakin jauh jarak yang bisa ditempuh.
> **Rumus: Volt (V) x Ampere-hour (Ah) = Watt-hour (Wh)**

2. **Perkiraan Jarak Tempuh:** Jarak tempuh diperkirakan dari energi baterai dibagi dengan konsumsi daya.
> **Rumus: Jarak (km) ≈ [Energi Baterai (Wh) / Konsumsi Daya (Wh/km)]**

Konsumsi daya ini sangat variatif, tergantung pada banyak faktor.

*Faktor-Faktor yang Memengaruhi Jarak Tempuh*

Motor 600W tidak selalu menarik daya penuh 600 Watt setiap saat. Konsumsi daya aktual bergantung pada:

a. Berat Pengendara dan Barang: Semakin berat, semakin besar energi yang dibutuhkan.
b.Topografi Medan: Berkendara di tanjakan akan mengonsumsi daya jauh lebih banyak daripada di jalan datar.
c.Angin: Melawan arah angin membutuhkan usaha lebih.
d.Tekanan Ban dan Jenis Roda: Ban kempes atau roda yang berat meningkatkan gesekan.
e. Cara Berkendara: Akselerasi penuh, kecepatan tinggi, dan sering mengerem akan sangat boros daya. Berkendara dengan kecepatan konstan rendah hingga menengah adalah yang paling efisien.

Untuk keperluan perhitungan ini, kita akan menggunakan asumsi **konsumsi daya rata-rata** yang realistis untuk motor 600W dalam kondisi normal (pengendara 70kg, medan datar hingga sedikit bergelombang, dan cara berkendara wajar).


**Asumsi Konsumsi Daya:**
* **Full Throttle (Hanya Gas):** ~25-30 Wh/km
* **Dengan Pedal Assist (PAS) Level Sedang:** ~15-20 Wh/km


*Perhitungan Jarak Tempuh untuk Tiap Konfigurasi Baterai*

Mari kita hitung kapasitas energi masing-masing baterai dan perkiraan jarak tempuhnya.

*1. Baterai Lead Acid 48V 12Ah**

*Energi Tersimpan:** 48V x 12Ah = **576 Wh**
* **Perkiraan Jarak Tempuh:**
* **Mode Full Throttle (30 Wh/km):** 576 Wh / 30 Wh/km ≈ **19 km**
* **Mode Pedal Assist (18 Wh/km):** 576 Wh / 18 Wh/km ≈ **32 km**

**Kesimpulan:** Dengan baterai ini, Anda dapat menempuh jarak **sekitar 19 hingga 32 km (pedal assist) **. Ini cocok untuk perjalanan singkat di dalam kota.

2. Baterai Lead Acid 48V 20Ah**

*Energi Tersimpan:* 48V x 20Ah = **960 Wh**
*Perkiraan Jarak Tempuh:**
* **Mode Full Throttle (30 Wh/km):** 960 Wh / 30 Wh/km ≈ **32 km**
* **Mode Pedal Assist (18 Wh/km):** 960 Wh / 18 Wh/km ≈ **53 km**

**Kesimpulan:** Kapasitas yang lebih besar memberikan jangkauan lebih jauh, yaitu **sekitar 32 hingga 53 km**. Pilihan yang baik untuk komuter harian dengan jarak menengah.

3. Baterai Lead Acid 60V 20Ah**

*Energi Tersimpan:*60V x 20Ah = **1200 Wh**
* **Perkiraan Jarak Tempuh:**
* **Mode Full Throttle (konsumsi mungkin lebih tinggi, misal 33 Wh/km):** 1200 Wh / 33 Wh/km ≈ **36 km**
* **Mode Pedal Assist (20 Wh/km):** 1200 Wh / 20 Wh/km ≈ **60 km**

**Kesimpulan:** Konfigurasi ini menawarkan energi tertinggi. Dengan sistem 60V dan motor 600W, Anda bisa menempuh jarak **sekitar 36 hingga 60 km**. Selain jarak yang lebih jauh, sepeda listrik dengan 60V biasanya memiliki akselerasi dan kecepatan puncak yang lebih tinggi.


*Catatan Penting tentang Baterai Lead Acid**

Perhitungan di atas adalah perkiraan ideal. Khusus untuk baterai **Lead Acid (ATAU Aki Kering/Sealed Lead Acid – SLA)**, ada beberapa hal kritis yang harus diperhatikan:

1. **Kedalaman Pengosongan (Deep of Discharge – DoD):**BACA JUGA>>>

2. **Bobot yang Sangat Berat:** Baterai Lead Acid jauh lebih berat daripada baterai Lithium (seperti Li-ion atau LiFePO4) dengan kapasitas Wh yang sama. Bobot ini sendiri akan menambah konsumsi daya sepeda.

3. **Umur Siklus :** Baterai Lead Acid memiliki siklus charge-discharge (250-400 siklus)  lebih sedikit dibandingkan baterai Lithium . Performa dan kapasitasnya akan menurun lebih cepat seiring waktu.

 Kesimpulan

Berikut adalah ringkasan perkiraan jarak tempuh dalam kondisi normal :

| Konfigurasi Baterai | Energi (Wh) | Perkiraan Jarak (Full Throttle) | Perkiraan Jarak (Dengan Pedal Assist) :
a.*48V 12Ah** | 576 Wh | **± 19 km** | **± 32 km** 
b.*48V 20Ah** | 960 Wh | **± 32 km** | **± 53 km** 
c.*60V 20Ah** | 1200 Wh | **± 36 km** | **± 60 km** 

Dengan memahami penjelasan rumus perhitungan diatas, dan cara berkendara, Anda dapat memilih sepeda listrik yang paling sesuai dengan kebutuhan mobilitas harian Anda. terimakasih, semoga bermanfaat.

(r)(perusahaan + artikel + batere ) ARTIKEL OVER PRESSURE BATTERY

(r)(perusahaan + artikel + batere ) ARTIKEL OVER PRESSURE BATTERY

OVERPRESSURE BATTERY/ BATTERY BENGKAK.

hello, sobat orcahobi.

hari ini mimin, ingin berbagi pengetahuan mengenai overpressure battery, persoalan umum yang sering terjadi pada battery kendaraan listrik kesayangan anda. 

Battery lead acid , yang bengkak adalah pertanda kerusakan serius yang biasanya disebabkan oleh tekanan gas berlebihan di dalam sel aki yang tidak dapat dikeluarkan dengan baik. Kondisi ini dalam bahasa teknis sering disebut sebagai “thermal runaway” atau “overpressure”.

Mari kita bahas prosesnya secara detail:

Penyebab Utama dan Proses Terjadinya Pembengkakan

Penyebab utama hampir pasti berkaitan dengan pengisian (charging) yang tidak tepat, yang menghasilkan gas secara berlebihan.

1. Overcharging (Pengisian Berlebihan) – Penyebab Paling Umum

  • Apa yang terjadi: Saat aki sudah penuh (100%), proses charging seharusnya berhenti atau beralih ke mode trickle charge. Jika arus listrik terus dipaksakan, energi listrik yang masuk tidak lagi diubah menjadi energi kimia, melainkan digunakan untuk elektrolisis air (H₂O) dalam aki.

  • Reaksi Kimia: Elektrolisis ini menghasilkan dua gas yang sangat mudah terbakar:

    • Hidrogen (H₂) di kutub negatif.

    • Oksigen (O₂) di kutub positif.

  • Akumulasi Gas: Gas-gas ini menumpuk dengan sangat cepat di dalam sel aki. Dalam kondisi normal, gas ini bisa keluar melalui vent plug (tutup ventilasi). Namun, jika produksinya terlalu cepat atau ventilasinya tersumbat, tekanan di dalam aki akan melonjak drastis.

  • Hasil Akhir: Casing (wadah) aki yang terbuat dari plastik (polypropylene) tidak mampu menahan tekanan ekstrem ini, sehingga meregang dan membengkak. Dalam kasus yang parah, aki bisa meledak atau bocor.

2. Overheating (Suhu Terlalu Tinggi)

  • Apa yang terjadi: Suhu tinggi mempercepat semua reaksi kimia dalam aki.

    • Bisa berasal dari suhu lingkungan yang sangat panas (misalnya, aki diletakkan dekat mesin atau under the sun).

    • Bisa juga akibat dari overcharging itu sendiri, karena energi berlebih diubah menjadi panas.

  • Efek Gabungan: Panas mempercepat produksi gas hidrogen dan oksigen. Selain itu, plastik casing aki menjadi lebih lunak dan lemah ketika kepanasan, sehingga lebih mudah melengkung dan membengkak bahkan dengan tekanan yang tidak terlalu tinggi sekalipun.

3. Internal Short Circuit (Korsleting Internal)

  • Apa yang terjadi: Jika pelat positif dan negatif di dalam aki saling bersentuhan karena kerusakan separator atau timbunan endapan (shedding), akan terjadi korsleting.

  • Dampaknya: Korsleting ini menyebabkan arus listrik besar mengalir secara lokal di dalam sel tersebut, menghasilkan panas yang sangat tinggi dalam waktu singkat. Panas ini mendidihkan elektrolit dan menghasilkan gas secara eksplosif, menyebabkan sel yang rusak tersebut membengkak.

4. Ventilasi yang Tersumbat

  • Fungsi Vent Plug: Tutup ventilasi pada aki basah dirancang untuk membuang kelebihan gas dengan aman dan menyaring partikel asam.

  • Jika Tersumbat: Jika lubang ini tersumbat oleh kotoran atau endapan, gas hasil produksi normal sekalipun (apalagi saat overcharge) akan terperangkap di dalam. Tekanan yang terus menumpuk akhirnya mencari jalan keluar dengan mendorong dan merusak casing yang paling lemah.

Ringkasan Alur Kerusakan:

Pemicu (Overcharge/Heat/Short) → Produksi Gas Hidrogen & Oksigen Berlebihan → Tekanan Internal Meningkat Drastis → Ventilasi Gagal Mengeluarkan Gas → Casing Plastik Tidak Kuat Menahan Tekanan → AKI MEMBENGKAK

Apa yang Harus Dilakukan jika Aki Sudah Bengkak?

  1. HATI-HATI! Aki yang bengkak sangat berbahaya. Gas hidrogen di dalamnya mudah meledak dengan percikan api kecil. Asam sulfat di dalamnya sangat korosif.

  2. Jangan Gunakan Lagi: Aki yang bengkak sudah rusak secara permanen. Kapasitasnya sudah jauh berkurang dan tidak bisa diperbaiki.

  3. Lepaskan dan Ganti: Segera lepaskan aki dari kendaraan atau perangkat.

  4. Buang ke Tempat yang Tepat: Jangan buang aki bekas sembarangan. Serahkan ke bengkel atau tempat daur ulang aki resmi karena mengandung timbal dan asam yang berbahaya bagi lingkungan.

Pencegahan:

  • Gunakan charger yang tepat dan sesuai dengan spesifikasi aki. 

  • Jangan mengunakan kendaraan hinga titik stag atau mengunakan hinga battery habis total.

  • Simpan aki di tempat yang sejuk dan kering.

kesimpulan, pembengkakan pada aki kendaraan listrik adalah gejala fisik dari masalah internal yang serius, yang umumnya disebabkan, kesalahan manajemen pengecasan, hinga memicu tekanan gas berlebihan yang diakibatkan oleh kesalahan dalam pengisian atau penggunaan.

BACA JUGA..>>

(r)(perusahaan + artikel + batere) DEEP DISCHARGE – IMBALANCE DISCHARGE

(r)(perusahaan + artikel + batere) DEEP DISCHARGE – IMBALANCE DISCHARGE

DEEP DISCHARGE BATTERY/IMBALANCE DISCHARGE BATTERY.

Hello sobat orcahobi. 

    Dikesempatan ini, kami akan jelaskan. Apa yang dimaksud dengan “DEEP DISCHARGE BATTERY atau IMBALANCE DISCHARGE BATTERY” yang dapat terjadi pada Battery kendaraan listrik kesayangan kita,  bila terjadi pengunaan-perawatan yang tidak sesuai.

Karakteristik dan Faktor kerusakan “deep (imbalance)discharge”

1. Deep Discharge (Kelelahan Berlebihan): Ini adalah penyebab nomor satu.
· Kendaraan roda tiga dengan beban penumpang membutuhkan arus yang sangat besar saat start dan menanjak.

   Baterai Lead-Acid tidak dirancang untuk pelepasan arus tinggi (high discharge rate) secara terus-menerus. Saat ditarik arus besar, tegangan akan turun drastis.
· Jika kendaraan dipaksa tetap jalan dalam kondisi tegangan rendah, baterai akan mengalami deep discharge (kelelahan yang sangat dalam). Melakukan ini secara rutin akan merusak pelat-pelat di dalam baterai secara spontan&permanen.

2. Ketidakseimbangan (imbalance) yang Lebih Parah:

· Baterai yang posisinya paling ujung atau yang memiliki resistensi internal sedikit lebih tinggi dari yang lain, akan menerima dampak yang lebih berat.

Saat discharge, baterai terlemah ini akan habis lebih dulu. Saat charge, baterai terlemah ini tidak akan terisi penuh.
· Siklus (akumulasi) “tidak pernah penuh & selalu kelelahan lebih dulu” ini menyebabkan satu baterai tertentu rusak lebih cepat sementara keempat lainnya menyusul kerusakan pertama. Inilah mengapa selalu satu yang rusak bergantian.

3. Proses Pengisian (Charging) yang Tidak Optimal:

· Jika satu baterai sudah rusak/lemah, charger akan kesulitan mencapai tegangan penuh karena baterai rusak itu “menghambat”. Akibatnya, baterai dalam group yang sama, yang masih dapat terisi, namun tidak pernah terisi penuh secara optimal, yang memperpendek umur seluruh paket baterai.

4. Kualitas Air Battery (Meski VRLA “Maintenance Free”):
· Baterai VRLA disebut “sealed” tetapi dalam kondisi stres tinggi (panas dan deep discharge), air dalam elektrolit bisa menguap dan tidak bisa diganti. Ini mempercepat sulfasi dan kerusakan.

Solusi untuk Sistem Lead-Acid

Berikut adalah langkah-langkah yang harus Anda ambil:

1. Segera Lakukan – Diagnosa dan Perbaikan

· Ukur Tegangan Setiap Baterai: Saat baterai penuh dan saat baterai “drop” karena beban.
· Kondisi Penuh: Setelah dicharge, ukur tegangan setiap baterai. Seharusnya masing-masing menunjukkan ~12.7V – 13.0V. Jika ada yang menunjukkan 12.3V atau kurang, itu adalah baterai yang bermasalah.
· Kondisi Berbeban: Saat kendaraan “mogok” karena diberi beban, segera ukur tegangan setiap baterainya. Anda akan menemukan satu baterai yang tegangannya jauh lebih rendah (misal: 9V atau 10V) sementara yang lain mungkin masih di 11.5V. Ini adalah biang kerusaknya.

2. Solusi Teknis & Penggantian

· Ganti SELURUH Paket Baterai, Bukan Satu-Satu:
· Ini adalah aturan terpenting untuk baterai lead-acid dalam paket seri. Jangan pernah mengganti hanya satu baterai yang rusak dengan yang baru.
· Mengapa? Baterai baru akan dipaksa bekerja sama dengan empat baterai lama yang sudah “terdampak”/ berkurang kapasitas dan meningkat resistensinya. Dalam waktu singkat, baterai baru itu akan “dipaksa” menyesuaikan diri dengan kondisi baterai lama, alias menjadi rusak juga.
· Selalu ganti kelima baterai sekaligus dengan merek, tipe, dan batch produksi yang sama.

*Pastikan semua baterai pengganti adalah BARU dan dari pembelian yang sama.


Apakah Penggunaan Speed 3 di Segala Kondisi Menyebabkan Deep Discharge ?

#Itulah penyebab langsung dan utama dari kerusakan berulang.

Berikut penjelasan mekanismenya:

· Speed 3 = Arus Maksimum: Saat pengendara memilih speed tertinggi, controller (pengontrol motor) akan menarik arus sebesar mungkin dari baterai untuk mencapai torsi dan kecepatan tertinggi.
· Kondisi Tanjakan & Berat Memperparah: Di tanjakan, motor membutuhkan torsi yang sangat besar. Untuk menghasilkan torsi besar, controller harus menarik arus yang lebih besar lagi dari baterai.
· Voltage Sag & Deep Discharge:
1. Saat arus besar ditarik, tegangan baterai akan turun drastis (phenomena called voltage sag).
2. Jika ini dilakukan terus-menerus, baterai akan dengan cepat panas dan mencapai tegangan kritis (misalnya di bawah 10.5V per baterai).
3. Melanjutkan perjalanan dalam kondisi panas dan pada tegangan kritis inilah yang disebut deep discharge. Pada titik ini, reaksi kimia di dalam baterai menjadi panas dan tidak stabil, menyebabkan terbentuknya sulfasi keras pada pelat baterai yang permanen dan tidak bisa dikembalikan.


Analogi: Bayangkan Anda disuruh lari sprint 100 meter(speed 3).

· Melakukannya 1x di jalan datar (beban ringan) masih bisa ditolerir tubuh (baterai).
· Melakukannya berulang-ulang (penggunaan reguler) akan membuat Anda kelelahan parah.
· Memaksa lari sprint di tanjakan (beban berat) akan membuat Anda kolaps dan mogok jauh lebih cepat. Jika dipaksakan, bisa menyebabkan kerusakan otot (sulfasi permanen pada baterai).


Kesimpulan

1.Dengan baterai Lead-Acid, masalah Anda adalah “Deep Discharge” dan “Ketidakseimbangan (Imbalance)” akibat tidak adanya sistem pengunaan yang benar, diperparah oleh beban kendaraan yang berat.


Rangkuman Tindakan Prioritas:

*. Edukasi konsumen untuk tidak membiarkan baterai kelelahan terlalu dalam.

#

Pencegahan Jangka Panjang & Perawatan

· Gunakan “Equalizer” atau Charger Individual:
· Karena tidak ada BMS, Anda bisa menggunakan alat bernama Battery Equalizer. Alat ini dipasang pada setiap dua baterai yang diseri dan bekerja memindahkan muatan dari baterai yang lebih penuh ke baterai yang lebih kosong, sehingga menyeimbangkan mereka.
· Alternatif lain adalah secara berkala (misalnya sebulan sekali) melepas semua baterai dan mengisi masing-masing baterai secara individu dengan charger 12V hingga penuh. Ini akan memastikan setiap sel mulai dari kondisi yang sama.
:
· Hindari Deep Discharge: Jangan biarkan kendaraan digunakan sampai daya benar-benar habis. Jika kendaraan sudah terasa melambat, segera charge.
· Charge Segera Setelah Pemakaian Berat: Setelah mengangkut beban berat atau seharian digunakan, segera isi daya, jangan ditunda berhari.
· Biarkan Baterai “Cool Down(1/2jam)”: Setelah pemakaian berat, baterai akan panas. Tunggu beberapa saat sebelum mencharge-nya.

*Tambahan, Kekeliruan umum: 

#Tidak benar, kerusakan battery pada kendaraan listrik anda, selalu menunjukan perubahan fisik (luar) pada battery (kembung)

#Tidak benar, kerusakan battery akan terjadi sekaligus dialami dalam 1 set full (paket).

Faktanya, kerusakan battery seperti “deep discharge” malah lebih sering diawali kerusakan pendahulu pada satu atau dua battery, dan disusul battery lainnya. 

#Tidak benar, usia battery kendaraan listrik kesayangan anda pasti berumur tahunan.

Faktanya, semua battery keluaran pabrik, hanya menyebut max circle charge, diantara 150 s/d 250, namun semua ini, tergantung pada manajemen pemakaian dan perawatan .  #artinya, kesalahan atas aturan(anjuran) penggunaan yang terjadi saat pemakaian&pengisian daya, juga dapat merusak kendaraan, battery dan sistem lainnya, secara spontan!!

OrcaHobi.com @since 2009