ORCA BUSINESS ACADEMY · SUPERVISOR PLAYBOOK
MODULE 02

CUSTOMER
PSYCHOLOGY

Jangan hanya mendengar pertanyaan customer. Pahami kekhawatiran, motif, kebutuhan, dan alasan di balik pertanyaan tersebut.

HEAR → UNDERSTAND → EDUCATE
→ RECOMMEND
01 — LEARNING OBJECTIVE

Customer tidak selalu mengatakan
apa yang sebenarnya ia pikirkan.

Supervisor harus melatih staf untuk tidak terburu-buru menjawab. Dengarkan kata-katanya, baca konteksnya, gali kebutuhan, lalu bantu customer mengambil keputusan yang lebih tepat.

SALES REAKTIF

Pertanyaan → Jawaban

Customer bertanya harga, sales hanya memberi harga. Customer bertanya garansi, sales hanya menjelaskan garansi.

ORCA APPROACH

Pertanyaan → Makna → Solusi

Gunakan pertanyaan customer sebagai pintu masuk untuk memahami fear, motive, need, dan solusi.

02 — CUSTOMER MIND

DON’T JUST HEAR THE QUESTION

Satu kalimat customer dapat memiliki lapisan makna yang berbeda.

WHAT CUSTOMER SAYS
“Ada garansi?”
THINKS — “Bagaimana kalau barangnya bermasalah?”
FEARS — Salah beli · Rugi · Sulit service
NEEDS — Kepastian · Rasa aman · Kepercayaan
UNDERSTAND → EDUCATE → RECOMMEND
03 — FOUR LAYERS

FEAR · MOTIVE · NEED · SOLUTION

Empat lapisan ini membantu Supervisor mengajarkan staf membaca customer secara lebih terstruktur.

01

FEAR

Apa yang ingin dihindari customer?

Salah beli · rugi · produk sulit digunakan · service sulit · tidak cocok.

02

MOTIVE

Apa yang mendorong customer mencari produk?

Kebutuhan keluarga · hobby · usaha · kenyamanan · mobilitas · hadiah.

03

NEED

Apa kebutuhan yang harus benar-benar dipenuhi?

Fungsi · keamanan · kapasitas · kemudahan · budget · dukungan after-sales.

04

SOLUTION

Produk atau tindakan apa yang paling tepat?

Rekomendasikan berdasarkan kebutuhan yang sudah dipahami, bukan sekadar produk yang ingin dijual.

SELLING WITHOUT UNDERSTANDING
= GUESSING
04 — QUESTIONING SKILL

ASK TO UNDERSTAND,
NOT TO INTERROGATE.

Pertanyaan yang baik membuat customer merasa dibantu. Gunakan pertanyaan singkat, relevan, dan mengikuti jawaban sebelumnya.

OPEN QUESTION

“Kendaraan ini rencananya paling sering digunakan untuk apa, Pak/Bu?”

Membuka kebutuhan tanpa mengarahkan terlalu cepat.

CLARIFY QUESTION

“Yang paling Bapak/Ibu khawatirkan bagian mana?”

Memperjelas fear atau keraguan.

PRIORITY QUESTION

“Kalau harus memilih, yang lebih penting kapasitas, kenyamanan, atau budget?”

Menemukan prioritas keputusan.

CONFIRM QUESTION

“Berarti yang dicari terutama aman digunakan harian dan service-nya mudah, benar?”

Memastikan sales memahami customer dengan tepat.

ASK → LISTEN → FOLLOW UP → CONFIRM
05 — ACTIVE LISTENING

LISTEN FOR SIGNALS

Supervisor melatih sales untuk menangkap kata-kata yang menunjukkan prioritas, kekhawatiran, pengalaman masa lalu, dan siapa yang memengaruhi keputusan.

SIGNALS TO NOTICE

• “Takut…” → FEAR
• “Biasanya saya…” → HABIT
• “Yang penting…” → PRIORITY
• “Suami/istri saya…” → DECISION INFLUENCE
• “Dulu pernah…” → PAST EXPERIENCE
• “Kalau bisa…” → DESIRED OUTCOME

06 — CUSTOMER CASE MAP

FROM QUESTION TO INSIGHT

Gunakan contoh nyata untuk melatih cara berpikir, bukan menghafal jawaban.

CASE 01

“Kenapa harganya lebih mahal?”

POSSIBLE MEANING:
Bisa berarti customer sedang membandingkan value, budget, kualitas, atau takut membayar terlalu tinggi.

SALES ACTION:
Jangan defensif. Tanyakan pembandingnya dan bagian apa yang paling penting baginya.

CASE 02

“Bisa dipakai orang tua?”

POSSIBLE MEANING:
Bisa berarti kekhawatiran tentang stabilitas, kemudahan kontrol, kenyamanan, atau keselamatan.

SALES ACTION:
Gali siapa penggunanya dan kondisi penggunaan harian.

CASE 03

“Kalau rusak bagaimana?”

POSSIBLE MEANING:
Fokusnya sering bukan kerusakan, tetapi risiko setelah membeli.

SALES ACTION:
Jelaskan dukungan service setelah memahami kekhawatirannya.

CASE 04

“Saya pikir-pikir dulu.”

POSSIBLE MEANING:
Belum tentu menolak. Bisa masih ada pertanyaan, pihak lain yang perlu diajak bicara, atau value belum cukup jelas.

SALES ACTION:
Tanyakan dengan sopan bagian apa yang masih perlu dipertimbangkan.

JANGAN MENGASUMSIKAN.
GALI → KONFIRMASI → BARU REKOMENDASIKAN.
07 — ROLE PLAY SYSTEM

TRAIN THE THINKING PROCESS

Role play Customer Psychology bukan lomba menjawab cepat. Supervisor menilai apakah trainee mampu menemukan informasi yang belum diketahui sebelum memberikan solusi.

1. Supervisor berperan sebagai customer
2. Berikan satu pertanyaan / objection
3. Trainee tidak boleh langsung pitching
4. Trainee bertanya dan mendengar
5. Trainee menyimpulkan FEAR · MOTIVE · NEED
6. Baru EDUCATE → RECOMMEND
COACHING CHECK

SUPERVISOR OBSERVES

☐ Tidak memotong customer
☐ Tidak buru-buru pitching
☐ Menggunakan follow-up question
☐ Menangkap fear / motive / need
☐ Mengonfirmasi pemahaman
☐ Rekomendasi relevan

FEEDBACK 3–2–1

CORRECT & REPEAT

3 hal yang sudah baik
2 hal yang perlu diperbaiki
1 fokus utama repetisi berikutnya

Ulangi scenario sampai alur percakapan terasa natural, bukan seperti membaca script.

08 — SCORE & GRADUATION

UNDERSTANDING BEFORE SELLING

Gunakan skala 1–5. Target minimum 4/5 pada setiap kompetensi.

COMPETENCYTARGET
ACTIVE LISTENING≥ 4/5
QUESTIONING≥ 4/5
FEAR IDENTIFICATION≥ 4/5
MOTIVE & NEED≥ 4/5
CONFIRMATION≥ 4/5
RECOMMENDATION≥ 4/5
MODULE 02 COMPLETE

UNDERSTAND FIRST.
RECOMMEND SECOND.

Customer Psychology membuat sales berhenti menjadi pemberi jawaban dan mulai menjadi orang yang mampu memahami masalah customer.

THE ORCA SUPERVISOR STANDARD

DON’T JUST HEAR.
UNDERSTAND THE CUSTOMER.

FEAR → MOTIVE → NEED → SOLUTION

ORCA BUSINESS ACADEMY