ORCA BUSINESS ACADEMY · SUPERVISOR PLAYBOOK
MODULE 04

COACHING
SYSTEM

Membantu trainee melihat gap, memahami standar, memperbaiki tindakan, dan membangun kebiasaan melalui observasi serta pengulangan.

OBSERVE → CORRECT → DEMONSTRATE
→ REPEAT → MEASURE
01 — LEARNING OBJECTIVE

Coaching bukan sekadar memberi nasihat.

Supervisor menggunakan coaching untuk memperbaiki perilaku yang spesifik. Fokusnya bukan menyalahkan orang, tetapi membantu trainee memahami gap dan melakukan standar yang benar.

COACHING LEMAH

“Kamu harus lebih bagus.”

Komentar umum tidak menjelaskan perilaku mana yang salah, standar apa yang diharapkan, dan apa yang harus diulang.

ORCA COACHING

Gap → Standard → Practice

Sebutkan perilaku yang terlihat, tunjukkan standar yang benar, lalu minta trainee mengulanginya.

02 — COACHING LOOP

CORRECT THE BEHAVIOR.
THEN OBSERVE AGAIN.

Coaching bergerak dalam loop sampai perilaku memenuhi standar.

ERROR / GAP DETECTED

STOP

CORRECT

DEMONSTRATE

REPEAT

OBSERVE AGAIN ↻
03 — FIVE COACHING STEPS

FROM GAP TO IMPROVEMENT

Gunakan alur sederhana agar coaching tetap objektif, singkat, dan mudah dieksekusi Supervisor.

01

OBSERVE

Apa yang benar-benar terjadi?

Catat tindakan, kata-kata, postur, respons, atau keputusan yang terlihat.

02

DESCRIBE THE GAP

Apa perbedaan dengan standar?

Gunakan fakta perilaku. Hindari label pribadi seperti malas, buruk, atau tidak berbakat.

03

EXPLAIN & DEMONSTRATE

Apa standar yang benar?

Jelaskan alasan dan peragakan bila perilaku tersebut dapat didemonstrasikan.

04

REPEAT

Bisakah trainee melakukannya?

Minta trainee mengulang segera. Jangan berhenti pada kata “paham”.

05

MEASURE

Apakah perbaikannya bertahan?

Observasi kembali dalam role play atau situasi kerja nyata dan beri score.

“PAHAM” BUKAN BUKTI.
PERILAKU YANG BERUBAH ADALAH BUKTI.
04 — COACH THE BEHAVIOR

DON’T ATTACK THE PERSON.

Supervisor harus membedakan identitas seseorang dengan perilaku yang sedang diperbaiki.

✕ LABEL
“Kenapa kamu selalu pasif?”

✓ BEHAVIOR
“Tadi customer masuk sekitar beberapa detik sebelum kamu memberi greeting. Standar kita adalah acknowledge customer segera. Mari ulangi dari awal.”
05 — COACHING QUESTIONS

MAKE THEM THINK.

Tidak semua gap harus langsung diberi jawaban. Pertanyaan coaching membantu trainee membangun awareness dan kemampuan mengevaluasi dirinya sendiri.

USE QUESTIONS LIKE:

• “Menurutmu bagian mana yang sudah baik?”
• “Bagian mana yang belum sesuai standar?”
• “Apa yang customer mungkin rasakan?”
• “Kalau diulang, apa yang akan kamu ubah?”
• “Coba tunjukkan versi yang lebih baik.”

06 — FEEDBACK 3–2–1

KEEP FEEDBACK ACTIONABLE

Gunakan struktur yang konsisten agar trainee tahu apa yang harus dipertahankan dan apa yang harus diperbaiki.

3

YANG SUDAH BAGUS

Pertahankan perilaku yang sudah sesuai standar.

2

YANG HARUS DIPERBAIKI

Pilih gap yang paling relevan, bukan daftar panjang kesalahan.

1

PRIORITAS BERIKUTNYA

Tetapkan satu fokus utama untuk repetisi selanjutnya.

07 — COACHING CASES

COACH THE REAL MOMENT

Gunakan kasus kerja nyata sebagai bahan coaching dan kemudian masukkan kasus yang bernilai ke Role Play Bank.

CASE 01

Greeting terlalu pasif

COACHING:
“Posturmu sudah menghadap customer, tetapi volume greeting masih terlalu rendah. Saya contohkan sekali, lalu kamu ulangi.”

CASE 02

Sales terlalu cepat menjelaskan produk

COACHING:
“Kamu sudah menguasai produk. Gap-nya: kita belum tahu kebutuhan customer. Ulangi, tetapi kali ini gunakan dua pertanyaan sebelum presentasi.”

CASE 03

Sales memotong pembicaraan customer

COACHING:
“Informasimu benar, tetapi kamu masuk sebelum customer selesai. Ulangi dengan mendengar sampai selesai, pause, lalu respon.”

CASE 04

Follow-up WhatsApp terlalu mengejar

COACHING:
“Tujuan follow-up adalah membantu customer melanjutkan keputusan. Mari ubah pesan menjadi lebih singkat, relevan, dan memberi alasan untuk merespon.”

REAL CASE → COACHING → ROLE PLAY
→ BETTER HABIT
08 — WHEN TO COACH

COACH CLOSE TO THE EVENT

Semakin dekat coaching dengan kejadian, semakin mudah trainee mengingat konteks dan memahami koreksi.

COACHING MOMENTS

☐ Setelah observasi sales
☐ Setelah role play
☐ Setelah customer case penting
☐ Setelah follow-up yang kurang tepat
☐ Saat kesalahan berulang
☐ Saat ada improvement yang perlu diperkuat

09 — DAILY COACHING

SMALL CORRECTIONS

☐ Observe
☐ Pilih 1 gap utama
☐ Coaching singkat
☐ Minta trainee mengulang
☐ Catat fokus berikutnya

WEEKLY REVIEW

SEE THE PATTERN

☐ Review score
☐ Cari gap yang berulang
☐ Tentukan training priority
☐ Review improvement
☐ Update Role Play Bank

10 — COACHING ESCALATION

WHEN THE SAME GAP RETURNS

Jika gap yang sama terus muncul, Supervisor jangan hanya mengulang nasihat. Naikkan level intervensi secara terstruktur.

LEVEL 1 · REMIND
Ingatkan standar dan minta koreksi segera.
LEVEL 2 · RE-TRAIN
Kembali ke demonstrate + role play + repeat.
LEVEL 3 · FOCUSED COACHING
Tentukan target khusus dan observasi lebih dekat.
LEVEL 4 · PERFORMANCE REVIEW
Masukkan pola berulang ke evaluasi kinerja untuk tindak lanjut formal.
11 — COACHING SCORECARD

CAN THE SUPERVISOR IMPROVE PEOPLE?

Target minimum 4/5 pada setiap kompetensi, bukan hanya nilai rata-rata.

COMPETENCYTARGET
OBSERVE≥ 4/5
IDENTIFY GAP≥ 4/5
COMMUNICATE FEEDBACK≥ 4/5
DEMONSTRATE≥ 4/5
CORRECT & REPEAT≥ 4/5
FOLLOW-UP≥ 4/5
MODULE 04 COMPLETE

OBSERVE. CORRECT. REPEAT.

Supervisor bukan hanya menemukan kesalahan. Supervisor membantu orang melihat gap, memperbaikinya, lalu memastikan perubahan tersebut bertahan.

THE ORCA SUPERVISOR STANDARD

DON’T JUST CORRECT PEOPLE.
DEVELOP PEOPLE.

OBSERVE → CORRECT → DEMONSTRATE → REPEAT → MEASURE

ORCA BUSINESS ACADEMY