ATTITUDE
& SOFT SKILL
Membentuk sikap mental menjadi perilaku yang terlihat, dapat dilatih, dikoreksi, diulang, dan diukur.
→ CUSTOMER EXPERIENCE
Supervisor tidak cukup memahami sikap.
Supervisor harus mampu membentuknya.
Setelah modul ini, Supervisor diharapkan mampu memperagakan standar, mengamati gap perilaku trainee, memberi koreksi yang spesifik, dan melatih sampai perilaku terlihat natural.
“Saya sudah menjelaskan.”
Penjelasan hanya membangun knowledge. Belum tentu mengubah tindakan.
“Saya sudah melihat perilakunya.”
Standar harus muncul dalam postur, suara, ekspresi, respons, dan tindakan trainee.
BUILD THE ATTITUDE
Enam sikap mental ORCA harus diterjemahkan menjadi tanda-tanda perilaku yang dapat diamati Supervisor.
ENERGIK
Makna: Kesiapan positif
Terlihat: Postur siap · gerakan sigap · suara bertenaga · tidak lesu
ANTUSIAS
Makna: Ketertarikan & semangat
Terlihat: Intonasi hidup · fokus · terlibat · menunjukkan minat
HAPPINESS
Makna: Membawa suasana positif
Terlihat: Senyum · wajah ramah · membuat customer nyaman
RESPON
Makna: Cepat menangkap situasi
Terlihat: Mendengar · menjawab tepat · bergerak cepat · tidak pasif
INISIATIF
Makna: Bertindak tanpa menunggu
Terlihat: Melihat kebutuhan · menawarkan bantuan · mengambil tindakan
EKSPRESI
Makna: Pesan lewat wajah, suara & tubuh
Terlihat: Wajah · intonasi · gesture selaras dengan pesan
belum menjadi kompetensi.
ATTITUDE IS THE ENERGY.
SOFT SKILL IS THE DELIVERY.
Sikap yang baik perlu disalurkan melalui kemampuan interpersonal. Supervisor melatih trainee agar energi positif diterima customer sebagai pengalaman pelayanan yang baik.
ACTIVE LISTENING
Mendengar sampai memahami, bukan menunggu giliran bicara.
CLEAR COMMUNICATION
Pesan singkat, jelas, relevan, dan mudah dipahami customer.
QUESTIONING
Menggali kebutuhan melalui pertanyaan yang tepat.
EMPATHY
Memahami kekhawatiran customer tanpa kehilangan objektivitas.
ADAPTABILITY
Menyesuaikan pendekatan dengan situasi dan tipe customer.
SELF-CONTROL
Menjaga ekspresi, suara, dan respons ketika situasi tidak ideal.
= PROFESSIONAL BEHAVIOR
DON’T LABEL THE PERSON.
OBSERVE THE BEHAVIOR.
Supervisor tidak mengoreksi dengan label seperti “kamu malas” atau “kamu tidak antusias”. Sebutkan perilaku yang terlihat dan standar yang diharapkan.
Kurang tepat: “Kamu kurang energik.”
Lebih spesifik: “Saat customer masuk, posturmu masih bersandar dan suara greeting terlalu pelan. Ulangi dengan posisi tegak, bergerak mendekat, dan suara lebih jelas.”
ONE SKILL AT A TIME
Jangan meminta trainee memperbaiki enam sikap sekaligus. Bangun satu perilaku sampai stabil, kemudian tambahkan perilaku berikutnya.
PROGRESSION
LEVEL 1 — ENERGIK · 20–30 repetisi
LEVEL 2 — + ANTUSIAS · 20 repetisi
LEVEL 3 — + HAPPINESS
LEVEL 4 — RESPON + INISIATIF
LEVEL 5 — EKSPRESI
LEVEL 6 — FULL COMBINATION
TRAIN IN REAL SITUATIONS
Gunakan situasi sederhana yang benar-benar terjadi di toko, WhatsApp, showroom, dan proses follow-up.
Customer baru masuk showroom
Target: ENERGIK + HAPPINESS
Greeting, postur, eye contact, gerakan mendekat.
Customer bertanya harga lalu diam
Target: RESPON + QUESTIONING
Jawab jelas lalu gali kebutuhan, jangan berhenti pada harga.
Customer terlihat ragu
Target: EMPATHY + EKSPRESI
Tangkap kekhawatiran, jaga wajah dan intonasi tetap menenangkan.
Customer menunggu sementara staf sibuk
Target: INISIATIF
Sadari situasi, acknowledge customer, ambil tindakan tanpa disuruh.
Supervisor menghentikan latihan ketika menemukan gap, mengoreksi, memperagakan kembali, lalu trainee mengulang.
MEASURE WHAT YOU EXPECT
Gunakan skala 1–5. Standar kelulusan modul: minimum 4/5 pada setiap kompetensi, bukan hanya rata-rata keseluruhan.
| COMPETENCY | TARGET |
|---|---|
| ENERGIK | ≥ 4/5 |
| ANTUSIAS | ≥ 4/5 |
| HAPPINESS | ≥ 4/5 |
| RESPON | ≥ 4/5 |
| INISIATIF | ≥ 4/5 |
| EKSPRESI | ≥ 4/5 |
BEFORE TRAINING
☐ Tentukan 1 behavioral target
☐ Siapkan contoh yang benar
☐ Pilih scenario latihan
☐ Jelaskan indikator yang akan dinilai
AFTER TRAINING
☐ Berikan feedback 3–2–1
☐ Catat gap utama
☐ Tentukan repetisi berikutnya
☐ Score trainee
☐ Observasi kembali di situasi nyata
ATTITUDE MUST BECOME BEHAVIOR.
Supervisor mengajar dengan contoh, membentuk dengan repetisi, dan memastikan standar terlihat dalam tindakan.
BUILD THE ATTITUDE.
BUILD THE BEHAVIOR.
BUILD THE CULTURE.
ORCA BUSINESS ACADEMY