ORCA BUSINESS ACADEMY · SUPERVISOR PLAYBOOK
MODULE 03

TRAINING
& ROLE PLAY

Mengubah pengetahuan menjadi kemampuan melalui demonstrasi, latihan, feedback, koreksi, dan repetisi.

TEACH → DEMONSTRATE → ROLE PLAY
→ FEEDBACK → REPEAT
01 — LEARNING OBJECTIVE

Training bukan selesai ketika materi sudah dijelaskan.

Training selesai ketika trainee mampu melakukan standar secara benar, konsisten, dan semakin natural dalam situasi nyata.

TRAINING PASIF

Explain → Finish

Supervisor banyak bicara. Trainee banyak mendengar. Tidak ada bukti bahwa perilaku berubah.

ORCA TRAINING

Practice → Correct → Repeat

Supervisor memperagakan, trainee mencoba, gap dikoreksi, lalu latihan diulang sampai standar muncul.

02 — TRAINING ENGINE

T → D → R → F → R

Satu mesin training yang digunakan berulang untuk membangun skill.

1. TEACH
Apa standarnya? Mengapa penting?
2. DEMONSTRATE
Supervisor memperagakan standar yang benar.
3. ROLE PLAY
Trainee melakukan dalam scenario latihan.
4. FEEDBACK
Temukan gap. Jelaskan secara spesifik.
5. REPEAT
Ulangi sampai perilaku benar dan natural.
NO REPEAT = NO TRAINING
03 — SUPERVISOR AS TRAINER

SHOW BEFORE YOU ASK.

Supervisor tidak boleh meminta standar yang ia sendiri tidak mampu peragakan. Demonstrasi mengubah instruksi abstrak menjadi contoh yang bisa ditiru.

TRAINER STANDARD

☐ Jelaskan tujuan skill
☐ Peragakan versi yang benar
☐ Peragakan kesalahan umum bila perlu
☐ Pecah skill menjadi langkah kecil
☐ Pastikan trainee memahami indikator sukses
☐ Baru minta trainee mencoba

04 — ROLE PLAY ANATOMY

ONE SCENARIO. ONE TARGET.

Role play yang efektif mempunyai konteks, peran, target perilaku, indikator penilaian, dan repetisi yang jelas.

01

CONTEXT

Apa situasinya?

Contoh: customer baru masuk showroom.

02

ROLE

Siapa memainkan siapa?

Supervisor = customer · trainee = sales.

03

TARGET

Skill apa yang dilatih?

Contoh: greeting + energik + questioning.

04

OBSERVE

Apa yang harus terlihat?

Postur · suara · pertanyaan · respons · ekspresi.

05

FEEDBACK

Gap mana yang dikoreksi?

Spesifik pada tindakan, bukan menyerang pribadi.

06

REPEAT

Berapa kali diulang?

Sampai standar stabil dan semakin natural.

JANGAN LATIH SEMUANYA SEKALIGUS.
FOCUS → CORRECT → MASTER → ADD.
05 — SKILL PROGRESSION

BUILD SKILL IN LAYERS

Mulai dari satu behavioral skill. Setelah stabil, tambahkan skill berikutnya tanpa kehilangan skill sebelumnya.

LEVEL 1 — ENERGIK · 20–30 repetisi
LEVEL 2 — ENERGIK + ANTUSIAS · 20 repetisi
LEVEL 3 — + HAPPINESS
LEVEL 4 — RESPON + INISIATIF
LEVEL 5 — EKSPRESI + QUESTIONING
LEVEL 6 — FULL COMBINATION + CUSTOMER CASE
06 — SCENARIO BANK

TRAIN WITH REAL CASES

Scenario terbaik berasal dari kejadian nyata di toko, WhatsApp, showroom, follow-up, service, dan objection customer.

SCENARIO 01

Customer baru masuk tetapi hanya melihat-lihat

TARGET: Greeting · energik · happiness

Sales membuka interaksi tanpa membuat customer merasa ditekan.

SCENARIO 02

Customer langsung bertanya harga

TARGET: Respon · questioning

Jawab pertanyaan lalu gali penggunaan dan prioritas customer.

SCENARIO 03

Customer mengatakan produk terlalu mahal

TARGET: Listening · customer psychology

Jangan defensif. Cari pembanding, fear, motive, dan value yang dibutuhkan.

SCENARIO 04

Customer membandingkan dengan marketplace

TARGET: Communication · value explanation

Bedakan harga, dukungan, service, kondisi produk, dan value secara objektif.

SCENARIO 05

Customer takut produk sulit digunakan

TARGET: Empathy · demonstrate

Pahami kekhawatiran lalu lakukan demonstrasi yang relevan.

SCENARIO 06

Customer berkata: saya pikir-pikir dulu

TARGET: Questioning · follow-up

Cari hal yang masih belum jelas tanpa memaksa closing.

SCENARIO 07

Customer WhatsApp hanya membaca tanpa membalas

TARGET: Follow-up · communication

Follow-up relevan, singkat, tidak mengejar secara berlebihan.

SCENARIO 08

Customer komplain setelah pembelian

TARGET: Self-control · empathy · solution

Dengarkan, klarifikasi fakta, jaga emosi, lalu arahkan ke solusi.

SETIAP REAL CASE YANG BERHARGA
MASUKKAN KE SCENARIO BANK.
07 — CORRECTION LOOP

STOP THE ERROR.
DON’T REHEARSE THE ERROR.

Jika trainee mengulang kesalahan yang sama, hentikan latihan. Jangan membiarkan kesalahan menjadi pola yang ikut dilatih.

ERROR DETECTED

STOP

CORRECT

DEMONSTRATE

REPEAT

OBSERVE AGAIN ↻
08 — FEEDBACK

FEEDBACK 3–2–1

3 hal yang sudah bagus
2 hal yang harus diperbaiki
1 prioritas latihan berikutnya

Feedback harus segera, spesifik, dan dapat dipraktikkan.

EXAMPLE

BE SPECIFIC

Bukan: “Kurang bagus.”

Gunakan: “Greeting sudah jelas. Tetapi eye contact terlambat dan suara turun di akhir. Ulangi sekali lagi dengan eye contact sejak awal dan volume suara stabil.”

09 — DAILY TRAINING RHYTHM

SHORT. FOCUSED. REPEATED.

Role play tidak harus selalu panjang. Lebih baik latihan singkat dengan target jelas dan dilakukan konsisten.

01 · BRIEF
Jelaskan target latihan hari ini.
02 · DEMO
Supervisor memperagakan.
03 · REPETITION
Trainee melakukan 10–30 repetisi sesuai skill.
04 · FEEDBACK
Koreksi gap utama.
05 · SCORE & FOLLOW-UP
Catat hasil dan tentukan latihan berikutnya.
10 — TRAINER SCORECARD

CAN THE SUPERVISOR TRAIN?

Bukan hanya trainee yang dinilai. Kompetensi Supervisor sebagai trainer juga harus diukur. Target minimum 4/5 pada setiap kompetensi.

COMPETENCYTARGET
TEACH≥ 4/5
DEMONSTRATE≥ 4/5
BUILD SCENARIO≥ 4/5
OBSERVE GAP≥ 4/5
FEEDBACK≥ 4/5
CORRECT & REPEAT≥ 4/5
BEFORE ROLE PLAY

PREPARE

☐ Pilih 1 target skill
☐ Tentukan scenario
☐ Tentukan indikator sukses
☐ Siapkan demonstrasi
☐ Tentukan jumlah repetisi

AFTER ROLE PLAY

REVIEW

☐ Feedback 3–2–1
☐ Catat gap utama
☐ Score trainee
☐ Tentukan repetition target
☐ Masukkan real case baru ke Scenario Bank

MODULE 03 COMPLETE

PRACTICE UNTIL IT BECOMES NATURAL.

Training membangun kemampuan melalui latihan yang disengaja. Supervisor memastikan trainee tidak hanya tahu—tetapi mampu melakukan.

THE ORCA SUPERVISOR STANDARD

DON’T JUST TEACH.
BUILD THE SKILL.

TEACH → DEMONSTRATE → ROLE PLAY → FEEDBACK → REPEAT

ORCA BUSINESS ACADEMY