TRAINNING

TRAINNING

(SYARAT KETENTUAN & PERATURAN)

Trainning periode 3 bulan:

Setiap Individu akan menjalani masa trainning (pelatihan&pengenalan) selama masa waktu, tiga bulan.

Selama periode (1) 30 hari pertama masa trainning, trainner belum memperoleh off.

Ketidak hadiran dan keterlambatan dimasa periode (1) secara spontan dapat diangap, tidak lulus trainning.

Dengan Evaluasi : kinerja, sikap & kesesuaian lainnya, Perusahaan dapat menghentikan masa trainning dalam periode waktu singkat (/hari ke 1 trainning ).

Ketidak lulusan dan pemberhentian masa trainning adalah hak penuh perusahaan, dan dapat dilakukan kapan saja. 

Semua Pemberhentian diperiode trainning akan disampaikan secara lisan, oleh atasan.

Hak berupa upah kerja (dihitung hari) akan diberikan dihari yang sama pemberhentian.


Kebijakan tata cara pelaksanaan:

Tampilan:

  • Peserta diperbolehkan mengenakan kostum-kaos bebas (rapih).

Kebiasaan Lingkungan Kerja:

  • merokok tidak diperbolehkan di jam kerja.
  • Hp, wajib dititipkan sesaat jam operasional dimulai.
  • Pengunaan Hp dengan tujuan (tertentu) diperbolehkan, dengan tata cara yang telah diatur.

  • Perusahaan, tidak menetapkan “waktu istirahat”(secara khusus).
  • Individu diberikan waktu jeda makan, secara penentuan waktu yang bertanggung jawab.

  • Slalu menjaga “tutur kata, penyampaian, sikap dan adab” yang baik dalam lingkungan kerja.
  • Dapat mengikuti seluruh arahan, dan kebijakan atasan.

  • Penggunaan alat kerja secara rapih dan bertanggung jawab.
  • Aktif menjaga tata ruang/tempat kerja agar tetap bersih dan rapih.
  • Alat makan dan sisa makanan dibuang pada tempatnya.
  • Kebersihan tangga dan KAMAR MANDI, Dijaga bersama secara shift.

SUBSTANSI HUKUM

Segala tindakan melawan hukum, seperti pencurian, pengelapan, dll, akan ditindak (dilaporkan), sesuai ketentuan hukum negara . Termasuk konsekwensi sanksi sosial lainnya.

nama :

usia :

alamat :

menyatakan, dengan ini telah memahami dan siap mengikuti aturan ketentuan Trainning yang berlaku, tanpa adanya paksaan.

ttd : (                   ) , tgl : (                  )

(p) ( perusahaan ) filosofi filosofi

(p) ( perusahaan ) filosofi filosofi

esensi tujuan hidup:

  • Setiap individu menghendaki “kebahagiaan”
  • Setiap individu ingin terbebas dari “penderitaan”

“Kesejahteraan” adalah, ‘aspek utama’ yang dipahami dalam gapai ‘Kebahagiaan’

Komponen Kesejahteraan :

  • Perolehan Materi.
  • Kwalitas waktu, dalam peroleh Materi
  • Kesehatan yang baik, menikmati buah proses.

Pemahaman akan Kwalitas Waktu.

Salah satu yang tidak tergantikan adalah :waktu, usia dan kesehatan.

Karenanya, Waktu adalah hal paling bernilai yang kita punya, dalam bangun kesejahteraan.

  • Waktu yang kita isi menjadi (tumbuh) produktif – kreatif -efektif
  • Disini dan saat ini.

Produktif Kreatif Efektif.

Adalah kondisi baik, yang bisa dimiliki individu manapun. Kondisi yang siap gapai kesempatan dan momentum baik.

Hanya dengan : “Niat Benar, Minat Benar, dan Perhatian Benar” Seseorang akan tumbuh dengan kondisi Produktif Kreatif Efektif.

Niat benar, Minat benar & Perhatian benar, berawal dari :

  • pengalaman, wawasan, pemahaman. (insight)

Pengalaman-Wawasan-Pemahaman, juga slalu berawal, yakni “Tindakan/Action”, atau, gerbang (pengalaman, wawasan, pemahaman) selalu diawali dari satu tindakan kecil.

Dari Tindakan/action, berbuah Pengalaman baru, Pemahaman baru, Wawasan baru. demikianlah, sebuah siklus bertumbuhnya seorang individu, “dimulai”

PEMAHAMAN/MINDSET yang menyertai TINDAKAN. Mindset, bersifat dinamis dan terus bertumbuh. 

Seorang individu, selalu membawa ‘Mindset organic’  terakumulasi,  melekat pada diri (sejak awal awal kehidupan), yang sering disebut sebagai ‘kecenderungan berpikir,berprilaku dan berkeyakinan atas..’ sehinga terbentuk menjadi :

  • Sikap Mental
  • Karakter 

AWARENESS

Selain dari Sikap Mental dan Karakter. 

   Pada individu individu ungul, juga memiliki bakat penyeimbang, yang disebut “Awareness” :

  • memberi harapan.
  • awareness memperingati
  • awareness mengingatkan
  • awareness mewaspadai.
  • awareness melindungi
  • awareness berkesadaran (eling) tidak lengah.
  • awareness adalah keseimbangan
  • awareness adalah naluri-kepekaan.

“Seorang Jendral, Sangat mungkin perluas otonomi wilayah, namun hanya Jendral yang memiliki Awareness yang unggul dalam menjalankan dan mempertahankan. Hanya Awareness-lah padanan dari Kebijaksanaan kepemimpinan”.

3 + 1 Gerbang Utama:

  • Pikiran 
  • Tindakan (Action) > pengalaman
  • Ucapan – Komunikasi > pemahaman.
  • (Perasaan)

Hanya melalui  (3) gerbang inilah, hampir seluruh bagian kehidupan kita ditentukan.

Hanya melalui gerbang2 ini pulalah, seseorang mampun mengembangkan potensi dirinya. Melalui..

8 Kondisi Benar :

  1. Pemahaman Benar.
  2. Pikiran / Pandangan Benar.
  3. Ucapan Benar.
  4. Perilaku /Tindakan Benar
  5. Mata Pencaharian Benar.
  6. Daya Upaya Benar.
  7. Minat/Perhatian Benar.
  8. Konsentrasi/Fokus Benar

1.Pemahaman Benar.

Memahami sifat hakiki kehidupan :

  • Ketidak Puasan, sifat alamiah yang sebabkan perubahan terus menerus, menuntut diri kita agar terus tumbuh, beriring dengan perubahan. Tidak ada hal berkondisi apapun yang tidak berubah. (Nafsu indriawi adalah Akar) Akar dari semua keinginan untuk berubah dan memperoleh kenyamanan.
  • KeCemasan-KeTakutan Manusia selalu melempar jauh orientasi waktunya jauh di kedepan. lalu menyerap naluri naluri kecemasan akan banyak hal. seperti alam, perang, cinta, takut tua, takut sakit dan hal hal lain. keinginan mengantisipasi keadaan, melahirkan inspirasi inspirasi, hasrat juga keinginan..

2.Pikiran – Niat Benar :

  • Pikiran -Niat Benar (1), ingin terbebas dari penderitaan, dan menjadi individu yang lebih baik.
  • Pikiran – Niat benar (2) agar orang lain juga terbebas dari penderitaan. inilah titik awal, seseorang mendapatkan bahan bakar terbaik, untuk tumbuh secara emotional dan pengetahuan. “jiwa leadership” selalu berawal dari hal ini. “niat benar”
  • Pikiran -Niat benar, mengenai kemakmuran dan kesejahteraan.

3.Ucapan Benar.

  • Berangkat dari Pikiran – Niat benar, setiap ucapan benar, hendaknya dilatih dan selalu dikembangkan . tidak menyimpang, merugikan, memutar balikan kebenaran dan demi kesejahteraan bersama. demikian seseorang dapat mengembangkan citra serta kredibilitas.

4.Perilaku – Tindakan – Perbuatan Benar.

Seseorang hendaknya, selalu menjaga prinsip prinsip Prilaku dan Perbuatan yang dapat dipertanggung jawabkan. seperti hindari perbuatan : Amoral, Pencurian, Kekejaman, Dan hal hal lain yang sebabkan hilangnya kredibilitas dan kepercayaan. Seseorang hendaknya selalu terkendali, seimbang dan sepenuhnya bertindak dalam kesadaran penuh.

5.Bermata Pencaharian Benar (prinsip).

  • Jujur : tidak terlibat penipuan, korupsi, dan hal hal tercela lainnya yang sebabkan hilangnya kepercayaan dan kesempatan tumbuh di masa akan datang.
  • Bermanfaat : memberi solusi, membawa kebaikan, memberi manfaat.
  • Tidak Merugikan : Tidak mengeksploitasi hal hal yang menyebabkan kerugian orang lain.

Seseorang hendaknya, bangun kesejahteraan dengan prinsip prinsip benar. Dengan demikian, seseorang secara bertanggung jawab telah Melindungi diri dan keluarga dari hal hal tercela dan di cela.

6.Daya Upaya Benar (Daya Juang)

Seseorang hendaknya, dari dasar keyakinannya, slalu berdaya upaya dan memiliki daya juang, dalam gapai cita cita, menjadi individu yang lebih baik.        

Individu ini, memandang proses menjadi bagian yang memang harus dilalui. Kesempatan jalan beriringan bersama apa yang dinamakan proses.

Individu demikian, slalu memberi perubahan dan harapan. 

7.Perhatian yang teguh/Minat Benar.

Konsisten dan tidak mudah goyah dalam proses apapun yang sedang dijalani, menjadikan seorang individu menjadi ungul dalam praktik dan usaha apapun.

Individu demikian, memiliki keTeguhan, tidak rapuh oleh pengaruh pengaruh, baik luar ataupun dalam dirinya.

Banyak daya upaya, yang sejatinya telah diawali dengan sangat hebat, justru berhenti diperjuangkan dikarenakan Perhatian yang teralihkan.

Keteguhan yang goyah, sebabkan individu individu ini, yang seharusnya sudah dalam track benar, malah mengalihkan perhatiannya pada hal hal yang baru.

Menjadi sadar sepenuhnya, kita disini dan saat ini tengah proses perjuangan yang sudah benar, alih alih terpecah pada fenomena pikiran akan kecemasan masa depan, atau malah hanyut dalam lamunan masa lalu.

8.Fokus – Konsentrasi Benar, dalam meraih cita cita besar.

Seseorang hendaknya selalu tau,menaruh keyakinan pada visi misi ingin dituju.  dan alasan dalam menuju hal hal baik tersebut.

Setelahnya, setiap individu hendaknya memberi fokus yang benar, dalam daya upayanya, dengan meraih apapun yang telah menjadi visi misinya.

Tidak jarang dengan  pengorbanan waktu, seseorang siap harus korbankan kenyamanan diri, untuk tempuh pelatihan pelatihan pengembangan diri, demi kemampuan baru, dalam raih visi dan misi-nya.

Ini saya sebut sebagai Pengorbanan Benar.

(p)(perusahaan + filosofi + karyawan) Employee Become Partner

(p)(perusahaan + filosofi + karyawan) Employee Become Partner

Person Valuable in the Profession:


  • 1. Leadership Prinsip 20%
    2. Leadership Mindset 30%
    3. Leadership Calm- Confident 30%
    4. Leaderdhip Maturity 30%
    5. Leadership Vision mission standart target. 30%

  • 6. Inspiratif-influent (kinerja)20%
    7. Dinamis-Adaptif (kinerja)25%
    8. Fix ablity (kinerja) 70%
    9. Efektifitas (kinerja) 40%
    10. Produktif (kinerja) 40%
    11. Persuasi (kompetensi) 35%
    12. Learning-improve (kompetensi)
    40%

  • 13. Role consistence (daily) 45%
    14. Presence (daily) 100%
    15. Trouble handle (daily) 65%
    16. Regularity (daily) 45%

  • 17. Mood-balance (energy)35%
    18. Mental attitude (energy) 40%
    19. Motivation (energy) 40%
    20. Speed (energy) 35%

PRINSIP UTAMA PROFESI:
20.1. Trust-Kredibel 65%
20.2. Profesional 35%
20.3. Transparan 35%
20.4. Integrity 35%
20.5. Tegas- Bertanggung jawab 35%
20.6. Gratefulness-thankfulness 70%


LEADERSHIP ****

NILAI ABSOLUTE ***

Trusted/Kredibel

Integrity/Profesional

Nilai Dasar Kompetensi **

sikap mental

soft skill

hard skill

Nilai Dasar: etika,etis,etos kerja *

rajin

disiplin

patuh

jujur

(h)(perusahaan + human resource + karakter ) KARAKTER ; SUMBER DAYA MANUSIA

(h)(perusahaan + human resource + karakter ) KARAKTER ; SUMBER DAYA MANUSIA

10 Karakter:

  1. Profesional (integritas-kredibel)
  2. Kematangan  (Tenang seimbang )
  3. Tegas – Berani & Bertanggung jawab 
  4. Ucapan Perbuatan yang selaras. 
  5. Awareness.

  6. Keluhuran, Tulus & Ikhlas.
  7. Keyakinan-Niat Benar .

  8. Sikap Mental Positif : energik, percaya diri, menyenangkan , antusias.
  9. Daya Juang- Kegigihan .
  10. konsisten-fokus.

1.Profesional (Integritas-Kredibel) : 

    Seorang yang menjunjung tinggi Nilai Profesionalitas Profesi, adalah yang paling unggul dalam Kepemimpinan. Tidak tersandera, berani untuk tegas & memimpin murni dari kemampuan komunikasi dan ketegasan tegakan peraturan dan keteraturan.    


PROFESIONALITAS INTEGRITAS :

Individu penuh integritas, adalah yang menonjol, dalam daya tarik kepemimpinan, sosok yang mampu bangun “etos dan budaya kerja”.

Yang paling unggul dalam “memaknai” peran dan profesi.  disaat yang lain, masih ‘mempertanyakan’ “apakah ini tugasku..?” 

Lampaui Ekspektasi, karena rasa memiliki yang tinggi, membuat individu ini, selalu dibutuhkan dalam peran apapun.


Profesional Kredibelitas

Individu yang menjaga prinsip prinsip, Transparansi, Akuntabilitas.

Layaknya menjaga nama baik diri sendiri dan keluarga.  Individu ini yang  terunggul dalam transparansi.  Menghindari tindakan yang beresiko & tercemarnya nama baik dan kepercayaan.


2. Kematangan/Maturity.

  • Kecerdasan Emosional Tinggi: Tidak mudah terprovokasi oleh situasi krisis.
  • Pengambilan Keputusan Rasional: Mengutamakan data dan fakta daripada opini, asumsi sesaat
  • Tidak mudah panik saat masalah muncul.
  • Mampu berpikir jangka panjang, bukan bertindak reaktif.
  • Tidak mengambil keputusan berdasarkan emosi sesaat.
  • Mampu membedakan mana yang penting dan mana yang hanya gangguan/ ,dapat bedakan mana yang bersifat kebaikan jangka panjang dan yang sesaat.
  • Konsisten menjalankan prinsip.

3. Tegas (berani dan berKomitmen):

Pemimpin yang Tegas (berani dan berkomitmen) adalah karakter mental kepemimpinan, yang selalu dibutuhkan ditengah perubahan perubahan dinamika.

Perpaduan sempurna antara kematangan berpikir, namun tidak ragu dalam tindakan.


4.Ucapan Perbuatan yang Selaras.

Dari seorang leader, kita dapat melihat sebuah karakter kuat lain, yakni dalam ‘ucapan dan tindakannya’ yang selaras. 

Demikian seorang pemimpin membangun kepercayaan dan wibawa kepemimpinannya.


5. Awareness.

“Awareness” diantara 10 karakter, Awareness adalah pilar penting yang wajib dimiliki seorang leader 

  • awareness mengingatkan
  • awareness mewaspadai.
  • awareness melindungi
  • awareness berkesadaran (eling) tidak lengah.
  • awareness adalah keseimbangan
  • awareness adalah naluri-kepekaan.
  • awareness adalah intuisi intuisi kepemimpinan.

“Seorang Jendral, Sangat mungkin perluas otonomi wilayah, namun hanya Jendral yang memiliki Awareness, yang unggul dalam menjalankan sekaligus mampu mempertahankan. Hanya Awareness-lah padanan dari Kebijaksanaan kepemimpinan”.

6.Keluhuran, Tulus & Ikhlas.

Hampir seluruh Niat Baik lahir dari nilai nilai ini.

Termasuk didalamnya bagaimana seseorang mengembangkan setiap minat minat dalam kehidupannya.

Sifat inilah yang selalu menjadi kontribusi besar bagi masyarakat .

Dari nilai ini pula, sumber inspirasi dan intelektual dapat tumbuh. 

Yakni keinginan tulus agar setiap orang bisa mendapatkan manfaat kesejahteraan yang sama.

7. Keyakinan Benar – mindset

Pemimpin yang baik slalu bergerak bertindak dengan Keyakinan penuh.

Keyakinan fundamental yang lahir dari “wawasan dan pengalaman”


 

8.Sikap Mental / Mental attitude

Sikap Mental adalah energi utama.

Individu dengan vibe khusus ini, selalu menjadi daya tarik, inspirasi.

Menonjol dan menjadi model peran, individu ini selalu ideal dalam membangun budaya & etos kerja yang baik.


9. Daya Juang.

Tanpa karakter ini, maka runtuh pula teori teori kesejahteraan.

Tanpa Karakter ini, tidak ada visi misi yang mungkin dicapai.


 

10. Konsisten-Disiplin 

Konsisten/disiplin – Fokus.

Para pemimpin tau, tidak ada hal besar yang bisa diraih, tidak ada apapun yang bisa dicapai, tanpa mentalitas yang konsisten & teguh.

Disiplin dan Konsisten mengasah diri, inilah bakat terbesar yang jarang dimiliki individu individu  lainnya.


jika hal hal diatas merupakan kwalitas individu yang mungkin dikembangkan, sebagai potensi potensi dalam meraih kesejahteraan.

maka hal hal dibawah, merupakan hal hal penyebab utama hilangnya kesempatan, hambatan dan kecendrungan yang mematikan harapan, bagi siapapun yang menghendaki raihan kesejahteraan.

10 lumpur batin

  1. TAMAK – KIKIR
  2. TIDAK MALU MELAKUKAN AMORAL
  3. KE-IRIHATIAN, KE-DENGKIAN
  4. TIDAK TAKUT(TIDAK MALU) AKIBAT DARI KEJAHATAN.
  5. KEBENCIAN-TEMPRAMENTAL-KEGELAPAN BATHIN
  6. KEANGKUHAN-KE-AKUAN: * menyamakan, meningikan, merendahkan,
  7. PANDANGAN(mindset) SALAH. MENGANGAP YG KELIRU ADALAH BENAR, YANG BENAR SEBAGAI KELIRU.
  8. KEMALASAN-KEBODOHAN
  9. KELAMBANAN
  10. KERAGU-RAGUAN, KEGELISAHAN
(p1)(perusahaan + sistem + kelola +( peraturan) 1#TATA TERTIB – PERATURAN PERUSAHAAN #1

(p1)(perusahaan + sistem + kelola +( peraturan) 1#TATA TERTIB – PERATURAN PERUSAHAAN #1

TATA TERTIB DAN PERATURAN PERUSAHAAN.

BAGIAN 1: PERATURAN DISIPLIN & TATA TERTIB UMUM

Pasal 1: Jam Kerja – Pulang kerja &Keterlambatan:

1.1. Jam Kerja/buka :
Toko/Operasional – PRINCIPLE :

  • 10.00 – 17:30 WIB. (Senin- Jumat).
  • 11.00 -17.00 WIB.(Sabtu-Minggu)

1.2 Jam standby. 30 – 15 menit, sebelum jam Operasional.


1.3 Fase Pemberitahuan Keterlambatan. 15 menit sebelum jam Operasional. 

  • wajib beri dokumentasi video singkat/ keadaan.

1.4. Keterlambatan:

  • Keterlambatan (1) dalam 1 quarter bulan: PENIADAAN INSENTIF KERAJINAN & SP PERTAMA#.
  • Keterlambatan (2) dalam 1 quarter bulan: PENIADAAN INSENTIF KERAJINAN , SP-TERAKHIR, PENIADAAN OFF SELAMA 2 MINGGU, (HINGA) PEMBERHENTIAN!!
  • Keterlambatan Tanpa Pemberitahuan: PENIADAAN INSENTIF, SP TERAKHIR ATAU, PENIADAAN OFF SELAMA 2 MINGGU (HINGA) PEMBERHENTIAN!!

BAGIAN 2: KEBIJAKAN CUTI – IJIN

Pasal 2: Jenis Cuti & Izin

2.1.Cuti Tahunan:

  • Hak cuti tahunan diperoleh setelah karyawan bekerja minimal 12 bulan berturut-turut.
  • Jumlah: 1 hari / periode setengah tahun.
  • Pengajuan minimal 7 hari sebelum tanggal cuti untuk perencanaan yang baik.

2.2.Izin Cuti Hari besar (Lebaran dan Tahun baru):

  • Resmi 3 hari untuk individu.
  • Pulang kampung (+2 hari)

*opsi, penambahan (+1hari) potong cuti tahunan 1x , bila yang bersangkutan berkendala hadir dihari yang semestinya.

nb:hanya berlaku untuk opsi luar kota

*tidak ada opsi potong off, sebagai tambahan masa cuti ini.

*(non luar kota).Bila yang bersangkutan, mengambil off di minus satu. maka off tersebut masih diangap off regular.

SANKSI:

  • Setiap pelangaran untuk kebijakan cuti ini, adalah sanksi “peniadaan insentif” periode 1 bulan. 
  • Dalam pertimbangannya, Sanksi dapat diikuti tindakan pemberian sp1.
  • dokumentasi atas hal hal menyangkut sanksi tetap diperlukan.

2.3.Izin Tidak Masuk Kerja (Dengan Pemberitahuan):

  •  Izin Sakit: Wajib memberitahukan langsung kepada atasan, maksimal 1 jam sebelum jam kerja dimulai. Untuk sakit lebih dari 2 hari, akan dipotong off periode 1minggu, dan wajib melampirkan surat keterangan dokter. 

*Sanksi yang mungkin diperlukan, untuk (izin sakit) akan dilakukan kajian melalui pertimbangan yang mendasari.

*Sakit yang diakibatkan kecelakaan kerja. akan menjadi pertimbangan khusus dari kondisi yang ada.


2.4.Izin Mendesak& Kemalangan: (Seperti keluarga inti sakit, meninggal).

Wajib memberitahukan sebelumnya dan  tanpa upah jika cuti tahunan telah habis. *dokumentasi diperlukan:

  • Maksimal ijin untuk hal di atas adalah 3 hari. dan opsi untuk ijin tambahan (5hari).  dengan pemotongan off (2hari) untuk ijin kemalangan/mendesak.

*Atas dasar pertimbangan kondisi lain, maka perusahaan dapat mengunakan opsi penambahan 2 hari, menjadi 6-7 hari, dengan diikuti sanksi, peniadaan insentif selama 1 bulan.


2.5. Ijin ditengah kerja:

  • a.1 diatas Jam 15.00 ” peniadaan uang makan 1hari”
  • a.2 Ijin ke2 ditengah kerja, diatas jam 15.00. #sanksi SP PERTAMA: peniadaan off, peniadaan uang makan.
  • b.1 Ijin ditengah kerja (sebelum) 15.00 . Peniadaan off fase 1 minggu. atau diangap mengambil off.
  • b.2 Ijin ke2 ditengah kerja (sebelum) 15.00 . #sanksi SP PERTAMA, peniadaan off, peniadaan uang makan.

nb: dokumentasi foto-video diperlukan


2.6 Cuti Penting Lainnya:
* Cuti Penting: (Menikah) diberikan maksimal 3 hari kerja. dan opsi 2 hari tambahan dari pemotongan off/cuti tahunan.

* Keadaan khusus: (Menikah) jika yang bersangkutan, menghendaki izin tambahan, maka perusahaan dapat memberi 2 fase cuti, menjadi total maksimal 8 hari : (2 kali pengambilan). dengan syarat dan ketentuan berlaku.

 


BAGIAN KE TIGA: 
PASAL 3 PELANGGARAN BERAT 

3.1. Definisi Pencurian: Meliputi namun tidak terbatas pada penggelapan uang kas, produk , suku cadang, bahan baku, aset perusahaan, data, informasi, pengemplangan – mark up biaya operasional/belanja.


3.2. Konsekuensi:
TINDAKAN SEGERA: Pelaku akan dikenakan skorsing tanpa upah selama proses investigasi/hukum.
TINDAKAN HUKUM: Perusahaan akan melaporkan kejadian tersebut kepada Kepolisian untuk diproses secara hukum sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
PHK: Pelaku akan di-PHK secara tidak hormat (dismissal) tanpa pesangon.

BAGIAN KE EMPAT: 

PASAL KEBIJAKAN:

  • BUDAYA KERJA
  • OPERASIONAL
  • SIKAP & KEBIJAKAN PENDUKUNG.

Pasal 4.1: Kebijakan Keamanan & Keselamatan

*Workshop-Service center: Wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti sepatu safety, sarung tangan, dan kacamata di area workshop.

*Toko: Tutup toko harus dilakukan dengan prosedur yang benar: semua produk dan pintu terkunci, segala alat elektronika di-shutdown.

*Dilarang keras merokok, membawa narkoba dan konsumsi minuman beralkohol di area perusahaan (ada konsekuensi /tindakan keras).
*Menggunakan fasilitas perusahaan (komputer, alat, kendaraan) dengan penuh tanggung jawab dan hanya untuk kepentingan kerja.

*Setiap individu wajib Menjaga kebersihan-kerapian-keteraturan, dilingkungan kerja, keawetan alat kerja.

*program-program  untuk pendukung hal diatas, wajib dilaksanakan pada setiap individu.

 

BAGIAN KE LIMA: 

RAHASIA PERUSAHAAN.

5.1. Seluruh insan Orca Hobi, wajib menjaga kerahasiaan: data perusahaan, termasuk desain produk internal perusahaan, teknik perakitan, daftar supplier, data pelanggan, dan strategi bisnis. 

5.2. Pelanggaran terhadap kerahasiaan ini, dapat dikategorikan sebagai pelanggaran berat (KODE ETIK) dan berakibat pada PHK serta tuntutan hukum. *sanksi etik, seperti tindakan pesan masyarakat” atas informasi pelaku pelanggar kode etik. 

* Perusahaan menginvestasikan  materi, waktu, atas cipta-kreatif internal perusahaan, yang menjadi hak intelektual perusahaan. demi satu tujuan dan visi yang sama. 

OrcaHobi.com @since 2009